Kementerian Agama Banggai Perkuat Pembinaan Iman Warga Binaan Lapas Luwuk

  • 16 Sep 2026 16:04 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Banggai – Kementerian Agama Kabupaten Banggai terus memperkuat pembinaan keagamaan bagi warga binaan pemasyarakatan melalui pendampingan iman di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Luwuk.

Pembinaan dilakukan Penyuluh Agama Katolik Kemenag Banggai, Suhardi, melalui kegiatan penyuluhan iman bagi warga binaan, Rabu 16 September 2026.

Dalam kegiatan tersebut, Suhardi mengajak umat Katolik tidak hanya membaca Kitab Suci, tetapi juga mengenal, mendalami, menghayati dan menghidupi Sabda Tuhan dalam kehidupan sehari-hari.

Pesan tersebut disampaikan sejalan dengan momentum Bulan Kitab Suci Nasional yang diperingati setiap September. Momentum ini menjadi kesempatan bagi umat untuk menjadikan Kitab Suci sebagai pedoman dalam memperdalam iman dan spiritualitas serta membangun persaudaraan.

Dalam penyuluhan, warga binaan diajak merenungkan sejumlah pesan Injil yang berkaitan dengan kehidupan dan proses pembaruan diri. Salah satunya melalui Injil Matius 5:1-12 tentang Sabda Bahagia yang mengajarkan bahwa kebahagiaan sejati tidak hanya diukur dari keadaan lahiriah, tetapi berakar pada kehidupan yang berkenan kepada Allah.

Sementara melalui Injil Matius 10:1-15, umat diajak memahami panggilan untuk mewartakan Kerajaan Allah melalui kehidupan dan perbuatan yang baik.

Perenungan juga dilanjutkan melalui Injil Matius 18:15-20 mengenai pentingnya membangun persaudaraan dengan saling menegur dalam kasih, mengampuni dan merangkul sesama. Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa setiap orang memiliki kesempatan untuk memperbaiki hubungan dan membangun kehidupan yang lebih baik.

Selanjutnya, Injil Matius 25:31-46 mengajak umat menghayati kehidupan yang berkenan kepada Allah melalui kepedulian dan kasih kepada sesama sebagai bagian dari kehidupan iman.

“Pembaruan diri dapat dimulai dari hal-hal sederhana, seperti memperbaiki sikap, memperkuat iman, membangun hubungan yang baik dengan sesama serta menjadikan nilai-nilai Kitab Suci sebagai pedoman dalam kehidupan,”ujar Suhardi

Pembinaan tersebut diharapkan menjadi penguatan spiritual bagi warga binaan selama menjalani masa pembinaan sekaligus menumbuhkan kesadaran untuk melakukan perubahan dalam kehidupan.

Para warga binaan mengikuti kegiatan dengan khidmat. Perenungan Kitab Suci menjadi ruang refleksi sekaligus sumber penguatan untuk menatap kehidupan dengan harapan baru.

Melalui pendampingan keagamaan yang berkelanjutan, Kemenag Banggai mendorong pembinaan iman agar turut membentuk pribadi yang lebih baik, memperkuat nilai kemanusiaan dan menumbuhkan semangat pembaruan kehidupan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....