Dinas TPHP Sigi Siapkan Langkah Intervensi Lahan Pertanian Terdampak Kemarau

  • 16 Sep 2026 06:27 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Sigi - Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) Kabupaten Sigi menyiapkan sejumlah langkah untuk menyelamatkan lahan pertanian yang terdampak kemarau panjang. Salah satu upaya yang dilakukan yakni mengusulkan bantuan pompa air atau Alcon untuk membantu kebutuhan air pada lahan yang masih berpotensi dipertahankan hingga masa panen.

Kepala Dinas TPHP Kabupaten Sigi, Afit Lamakarate, mengatakan pihaknya telah melakukan rapat bersama koordinator penyuluh dan penyuluh pertanian se-Kabupaten Sigi. Rapat tersebut difokuskan pada pendataan lahan terdampak kekeringan, terutama pada komoditas padi, jagung, kakao, dan kopi.

Menurut Afit, pemerintah daerah saat ini memprioritaskan identifikasi lahan yang masih memiliki sumber air di sekitarnya. Langkah tersebut dilakukan agar intervensi yang diberikan dapat lebih efektif dalam mencegah kerusakan tanaman yang lebih luas.

“Kami mendata daerah-daerah yang mengalami kekeringan tetapi masih memiliki sumber air. Kemudian yang masih dalam satu dua minggu ke depan berpotensi hidup apabila kita intervensi,” ujarnya.

Selain melakukan pendataan, pihaknya juga mengusulkan penggunaan dana kedaruratan untuk membantu penanganan dampak kekeringan. Dana tersebut direncanakan digunakan untuk pengadaan pompa air, pipa, selang, serta kebutuhan bahan bakar bagi kelompok tani yang membutuhkan.

Afit menjelaskan sebagian kelompok tani sebenarnya telah memiliki pompa air. Namun, keterbatasan sarana pendukung seperti pipa, selang, dan bahan bakar menjadi kendala dalam upaya penyelamatan tanaman di lapangan.

“Kelompok tani kami ada yang memiliki Alcon, namun kesulitan pada pipa, selang ataupun bahan bakar. Nanti itu yang coba kita intervensi agar bisa membantu mempertahankan komoditi tersebut tetap hidup dan bisa panen,” ucapnya.

Selain mengajukan dukungan melalui pemerintah daerah, Dinas TPHP Sigi juga telah menyampaikan permohonan bantuan kepada Kementerian Pertanian. Pengajuan tersebut dilakukan dengan melampirkan data luas areal terdampak, kelompok tani, koordinat lokasi, serta potensi sumber air yang dapat dimanfaatkan.

Salah satu wilayah yang menjadi perhatian berada di Kecamatan Lindu, tepatnya di daerah Paku. Di wilayah tersebut, lebih dari 60 hektare sawah dilaporkan mengalami kekeringan, meski masih terdapat potensi pemanfaatan sumber air dari Danau Lindu maupun aliran sungai di sekitarnya.

Dinas TPHP Sigi juga melibatkan petugas Pengamat Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) untuk melakukan penilaian terhadap kondisi tanaman yang terdampak. Hasil pengamatan tersebut menjadi dasar dalam menentukan lahan yang masih dapat diselamatkan melalui intervensi pompa air.

Afit berharap langkah tersebut dapat mengurangi risiko gagal panen di tengah kemarau panjang yang diperkirakan masih berlangsung hingga beberapa bulan ke depan. Menurutnya, meski tidak seluruh lahan dapat diselamatkan, intervensi yang tepat dapat membantu petani mempertahankan sebagian hasil produksinya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....