Kemarau Panjang, Sejumlah Lahan Pertanian di Sigi Berpotensi Gagal Panen
- 16 Sep 2026 06:28 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Sigi - Kemarau panjang mulai mengancam produktivitas pertanian di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. Sejumlah lahan pertanian dilaporkan mengalami kekeringan dan berpotensi mengalami puso atau gagal menghasilkan panen akibat keterbatasan air.
Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Sigi, Afit Lamakarate, mengatakan pihaknya telah menerima laporan mengenai lahan pertanian yang terdampak kekeringan di sejumlah wilayah. Kondisi tersebut terjadi pada tanaman pangan maupun perkebunan, termasuk padi, jagung, kakao, dan Hortikultura.
Salah satu wilayah yang mengalami dampak kekeringan berada di Kecamatan Lindu, khususnya daerah Paku. Lebih dari 60 hektare sawah di wilayah tersebut dilaporkan mengalami kekeringan dan menjadi salah satu lokasi yang mendapat perhatian pemerintah daerah.
“Memang ada beberapa yang sudah terdampak, dan untuk yang istilahnya puso itu berpotensi gagal panen, bahkan sudah ada yang melaporkan, seperti jagung itu sudah ada yang melaporkan,” ujar Afit.
Menurut Afit, kondisi kekeringan tidak hanya menyebabkan tanaman mengalami gangguan pertumbuhan, tetapi juga dapat menurunkan hasil produksi apabila kebutuhan air tanaman tidak terpenuhi. Sebagian tanaman masih memiliki peluang untuk dipertahankan, namun hasil panennya diperkirakan tidak akan maksimal.
Penurunan ketersediaan air juga menjadi salah satu faktor yang meningkatkan risiko puso di sejumlah wilayah. Terutama pada lahan di luar jaringan irigasi Gumbasa, sejumlah sumber air dan aliran sungai dilaporkan mengalami penyusutan debit selama kemarau panjang.
“Minimal tidak gagal panen, minimal dia bisa tetap panen, tetapi pasti tidak maksimal, karena itu tadi di masa dia membutuhkan air, walaupun dipupuk tetapi tidak ada air, sudah pasti tidak maksimal,” ucapnya.
Sementara itu, lahan pertanian yang berada di bawah jaringan irigasi Gumbasa masih relatif aman karena sumber airnya dinilai tetap tersedia. Pemerintah daerah bersama pihak terkait juga menerapkan pengaturan buka tutup aliran irigasi untuk menjaga ketersediaan air bagi petani di tengah kondisi kemarau.
Untuk mengetahui tingkat kerusakan tanaman, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Sigi telah menurunkan petugas Pengamat Organisme Pengganggu Tumbuhan atau POPT. Petugas melakukan pengamatan untuk memastikan tanaman yang masih hidup dan memiliki peluang diselamatkan melalui intervensi.
Pemerintah daerah juga tengah memetakan lahan yang masih memiliki sumber air dan berpotensi diselamatkan dari ancaman gagal panen. Salah satu langkah yang disiapkan yakni penggunaan pompa air, termasuk pengadaan pipa, selang, dan bahan bakar untuk mendukung penyiraman lahan pertanian.
Afit mengatakan bantuan pompa air juga telah diusulkan kepada Kementerian Pertanian. Pengajuan tersebut dilengkapi data luas areal terdampak, kelompok tani, koordinat lokasi, serta potensi sumber air yang dapat digunakan untuk menangani lahan yang mengalami kekeringan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....