Tiga ABK Hilang, Pencarian KM Balama GT 27 di Perairan Banggai Berlanjut

  • 14 Sep 2026 13:51 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Banggai - Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu menggelar operasi pencarian kapal KM Balama GT 27 yang dilaporkan hilang kontak, Sabtu 12 September 2026. Pada penyisiran hari kedua, Minggu 13 September 2026, Tim SAR Gabungan telah menyisir seluruh titik sesuai rencana operasi, namun belum menemukan tanda-tanda keberadaan kapal maupun korban.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu, Muhammad Rizal, menuturkan pihaknya mengerahkan KN SAR Bhisma untuk menyisir empat titik area pencarian yang telah ditentukan. Selain itu, Basarnas Palu juga telah berkoordinasi dengan instansi terkait dan kapal-kapal sekitar untuk menyebarluaskan informasi terkait gangguan kapal tersebut.

"Kami telah berkoordinasi dengan KSOP Luwuk Banggai dan SROP untuk menyebarkan informasi kepada kapal-kapal yang berlayar untuk segera memberikan bantuan apabila melihat KM Balama yang mengalami trouble," ucap Muhammad Rizal.

Berdasarkan laporan yang diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu, terdapat 3 orang ABK yang berada di kapal KM Balama GT 27 saat peristiwa terjadi. Insiden bermula saat kapal mengalami kerusakan pecah as plendes hingga akhirnya hilang kontak di tengah laut.

"Kapal berlayar dari Pelabuhan Luwuk Banggai dengan tujuan Jorjoga, Pulau Taliabu dan kemarin mengalami lost contact. Kapal terakhir diketahui mengalami lost contact kurang lebih 84 Nauctical Mile dari Pelabuhan Luwuk Banggai," tuturnya.

Operasi SAR kembali dilanjutkan Senin, 14 September 2026 dengan melakukan pencarian kembali di area yang telah ditentukan berdasarkan evaluasi rencana operasi. Pencarian digelar menggunakan Rigid Buoyancy Boat (RBB) Banggai laut.

Informasi kejadian dan permintaan bantuan pemantauan juga dikoordinasikan dengan Kantor Pencarian dan Pertolongan Manado serta Kantor Pencarian dan Pertolongan Gorontalo. Langkah ini diambil guna memperluas penyebaran informasi dan mendukung pelaksanaan pencarian.

Masyarakat nelayan dan pengelola armada pelayaran diimbau untuk selalu mewaspadai gelombang tinggi dan kondisi cuaca saat ini. Masyarakat juga diminta untuk tetap mengedepankan kesalamatan saat berlayar.

"Kami menghimbau kepada masyarakat mengingat kondisi cuaca dengan gelombang yang tinggi saat ini di perairan Laut Banda dan Teluk Tomini untuk tetap berhati-hati dan selalu memperhitungkan keselamatan dalam melaksanakan pelayaran," kata Muhammad Rizal.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....