Pemerintah Desa Baliara Parimo Bentuk Desa Siaga TBC, Perkuat Deteksi Dini

  • 12 Sep 2026 07:27 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Parigi Moutong – Pemerintah Desa Baliara, Kecamatan Parigi Barat, Kabupaten Parigi Moutong, membentuk Desa Siaga Tuberkulosis (TBC) untuk memperkuat pencegahan, penemuan kasus, dan penanganan TBC di tingkat masyarakat, Kamis 10 September 2026.

Pembentukan Desa Siaga TBC tersebut menjadi bagian dari Gerakan Bersama Mengakhiri Tuberkulosis (GEBER TBC) melalui inovasi MARI LIBAS TBC atau Masyarakat Mandiri, Peduli, Bebas TBC.

Kepala Puskesmas Lompe Ntodea, Idham, mengatakan pembentukan Desa Siaga TBC merupakan upaya memperluas penanggulangan TBC hingga tingkat masyarakat, termasuk melalui deteksi kasus secara dini.

Ia menyebutkan, di wilayah kerja Puskesmas Lompe Ntodea yang mencakup enam desa di Kecamatan Parigi Barat, tercatat 57 kasus TBC. Kasus tersebut tersebar di Desa Parigi Mpu’u 12 kasus, Kayuboko 19 kasus, Jono Kalora 8 kasus, Baliara 9 kasus, Lobu Mandiri 6 kasus, dan Air Panas 3 kasus.

Menurut Idham, jumlah tersebut masih berpotensi bertambah setelah dilakukan pemeriksaan atau screening terhadap kontak serumah maupun masyarakat yang berada di sekitar pasien TBC.

“Programnya nanti akan kita lakukan pemeriksaan secara massal di enam desa. Harapannya masyarakat bisa mendeteksi secara dini melalui screening terhadap penderita TBC yang ada di Parigi Barat, khususnya di Desa Baliara,” ujarnya.

Idham mengatakan, inovasi MARI LIBAS TBC mendorong masyarakat tidak hanya menjadi sasaran program kesehatan, tetapi turut berperan dalam menemukan kasus dan mencegah penularan TBC.

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk tidak memberikan stigma maupun mengucilkan warga yang menderita TBC. Menurutnya, TBC dapat disembuhkan apabila ditemukan dan ditangani sejak dini serta pasien menjalani pengobatan sesuai ketentuan.

“Jangan memberikan stigma kepada masyarakat yang menderita TBC. TBC mudah disembuhkan apabila cepat ditemukan dan ditangani,” tegasnya.

Idham mengajak masyarakat segera memeriksakan diri apabila mengalami batuk selama dua minggu atau lebih. Pemeriksaan dini dinilai penting untuk mengetahui kondisi kesehatan sekaligus mencegah penularan kepada orang di sekitar.

Sementara itu, Kepala Desa Baliara, Fadli Badja, meminta masyarakat tidak malu atau ragu melakukan pemeriksaan apabila mengalami gejala yang mengarah pada TBC.

“Kalau kita sudah mengalami batuk lebih dari dua minggu, jangan malu untuk memeriksakan diri. Apalagi kita hidup berdekatan dengan keluarga dan masyarakat lainnya,” ujarnya.

Fadli berharap keberadaan Desa Siaga TBC dapat meningkatkan kepedulian masyarakat dalam melakukan pemeriksaan dan mencegah penularan penyakit tersebut.

Pembentukan Desa Siaga TBC di Baliara memperkuat kolaborasi pemerintah desa, puskesmas, kader kesehatan, dan masyarakat dalam mendukung percepatan eliminasi TBC di Kabupaten Parigi Moutong.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....