Pemkot Palu Dorong Kolaborasi Penanggulangan Penyakit Kusta
- 08 Sep 2026 14:58 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Palu - Pemerintah Kota Palu mendorong kolaborasi lintas sektor dalam penanggulangan penyakit kusta di daerah. Penanganan kusta dinilai tidak cukup hanya melalui pendekatan medis, tetapi juga perlu memperhatikan aspek sosial dan psikologis.
Hal tersebut disampaikan Staf Ahli Bidang Infrastruktur dan Lingkungan Setda Kota Palu, Moh. Fahri, saat membuka diskusi koordinasi dan kolaborasi lintas sektor, Senin, 7 September 2026. Kegiatan yang berlangsung di Auditorium Kantor Wali Kota Palu tersebut diinisiasi Yayasan Sikola Mombine bersama Bappeda Kota Palu dan didukung NLR Indonesia.
“Kusta bukan hanya persoalan medis. Persoalan kusta juga berkaitan erat dengan persoalan sosial, ekonomi, psikologis, keluarga, disabilitas, serta stigma dan diskriminasi yang masih dihadapi oleh orang yang pernah atau sedang mengalami kusta,” ujar Fahri.
Menurut Fahri, penanggulangan kusta membutuhkan keterlibatan pemerintah, fasilitas kesehatan, komunitas, organisasi penyandang disabilitas, dunia pendidikan, tokoh masyarakat, dan organisasi masyarakat sipil. Sinergi tersebut diperlukan agar penanganan kasus dapat dilakukan secara terpadu dan berkelanjutan.
Fahri mengatakan penemuan kasus secara dini menjadi salah satu langkah penting dalam mencegah kecacatan akibat kusta. Ia juga menegaskan bahwa kusta dapat diobati dan disembuhkan sehingga masyarakat tidak perlu takut mencari layanan kesehatan.
“Kader dan komunitas dapat menjadi penghubung antara masyarakat dengan fasilitas kesehatan. Puskesmas dan Pustu memiliki peran penting dalam pemeriksaan, diagnosis, pengobatan, pemantauan, dan manajemen kasus. Pemerintah daerah memastikan kebijakan dan dukungan sumber daya,” ucap Fahri.
Ia menambahkan, keluarga memiliki peran dalam mendukung kepatuhan pengobatan sekaligus memberikan dukungan psikososial kepada orang yang mengalami kusta. Sementara organisasi penyandang disabilitas dan komunitas diharapkan turut mencegah stigma, diskriminasi, serta hambatan dalam memperoleh layanan.
“Jangan sampai ada masyarakat yang terlambat mendapatkan diagnosis karena takut, malu, atau tidak mengetahui ke mana harus mencari pertolongan. Mari kita jadikan pertemuan ini momentum membangun kolaborasi yang lebih kuat,” kata Fahri.
Diskusi tersebut diikuti unsur pemerintah daerah, tenaga kesehatan Puskesmas dan Pustu, tenaga profesional, organisasi penyandang disabilitas, komunitas, keluarga, serta tokoh masyarakat. Forum diharapkan menghasilkan langkah bersama yang dapat diterapkan dalam penanggulangan kusta di Kota Palu.
Pemerintah Kota Palu berharap penguatan kolaborasi dapat meningkatkan penemuan kasus secara dini dan mencegah kecacatan. Upaya tersebut juga diarahkan untuk meningkatkan kualitas hidup orang terdampak kusta serta mengurangi stigma dan diskriminasi di masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....