RAN-PE, Gubenur Sulteng: Ancaman Ekstrimisme Kini juga Hadir di Ruang Digital
- 08 Sep 2026 13:04 WIB
- Palu
Poin Utama
- Gubernur Sulawesi Tengah memperingatkan bahwa ekstremisme kini memanfaatkan ruang digital sebagai jalur cepat penyebaran intoleransi dan propaganda yang mengarah pada kekerasan.
- Sosialisasi Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Penanggulangan Ekstremisme (RAN-PE) 2026-2029 diselenggarakan untuk meningkatkan kesadaran tentang ancaman ekstremisme berbasis kekerasan yang berorientasi pada terorisme.
- Ruang digital kini menjadi medium utama penyebaran disinformasi dan propaganda ekstremis yang sebelumnya hanya terbatas pada dunia nyata.
RRI.CO.ID, Palu - Gubernur Sulteng melalui Staf Ahli Gubernur Bidang SDM, Pengembangan Kawasan, dan Wilayah, Rusmiadi, menyebut ancaman ekstremisme kini tak hanya muncul di dunia nyata. Ia mengatakan, kini ruang digital menjadi jalur cepat penyebaran intoleransi, disinformasi, hingga propaganda yang mengarah pada kekerasan.
Hal ini disampaikan dalam Sosialisasi dan Inisiasi Pelaksanaan Rencana Aksi Nasional Pencegahan dan Penanggulangan Ekstremisme (RAN-PE) Berbasis Kekerasan yang Mengarah pada Terorisme 2026-2029. Kegiatan digelar di Ruang Polibu Kantor Gubernur, Selasa, 8 September 2026.
“Penyebaran dapat berlangsung dengan cepat melalui ruang digital dan dapat menyasar berbagai kelompok masyarakat, khususnya generasi muda,” kata Rusmiadi.
Karena itu, pencegahan melalui penguatan literasi digital yang beriringan dengan pendidikan karakter dan wawasan kebangsaan. Termasuk, dalam peningkatan toleransi dan penguatan ketahanan masyarakat terus didorongnya melalui RAN-PE.
“Jangan tunggu sampai terjadi tindakan kekerasan,” kata Rusmiadi.
Selain itu, ia berharap pelaksanaan RAN-PE 2026-2029 tidak berhenti pada kegiatan seremonial.
Maka forum ini, katanya, mesti menghasilkan rencana kerja konkret dan pembagian peran yang jelas serta mekanisme koordinasi. Sekaligus,evaluasi yang bisa dijalankan secara berkelanjutan dari pusat hingga daerah.
“Kami optimis Provinsi Sulawesi Tengah dapat menjadi bagian penting dalam mewujudkan Indonesia yang aman, damai, toleran, dan terbebas dari ekstremisme berbasis kekerasan yang mengarah pada terorisme,” ucapnya.
Kegiatan dihadiri narasumber dari Kemendagri, BNPT, Kesbangpol Provinsi, Wahid Foundation dan LIBU Perempuan. Hadir pula peserta yang berasal dari Kesbangpol, Kanwil Kementrian HAM Sulteng, Polda, OPD terkait dan FKUB. (KA)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....