Forum Lingkungan di Palu Soroti Ancaman Kerusakan Ekosistem dan Iklim
- 08 Sep 2026 12:18 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Palu - Ancaman kerusakan lingkungan dan perubahan iklim menjadi perhatian dalam forum diskusi publik yang mempertemukan sejumlah pemerhati lingkungan di Kota Palu, September 2026. Forum tersebut membahas dampak aktivitas pemanfaatan lahan terhadap kondisi ekosistem serta pentingnya pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan.
Direktur Eksekutif Daerah Walhi Sulawesi Tengah, Wiwi Matindas, mengatakan aktivitas pembukaan lahan untuk berbagai kepentingan perlu mendapat perhatian serius karena dapat memengaruhi fungsi ekologis kawasan hutan. Menurutnya, kerusakan hutan juga berpotensi meningkatkan risiko bencana ekologis dan berdampak terhadap kehidupan masyarakat.
“Ratusan ribu hektar izin tambang dan sawit yang terus merangsek kawasan hutan telah merusak fungsi ekologis esensial, sehingga masyarakat kini harus menanggung risiko bencana ekologis dan peningkatan suhu yang kian parah,” ujar Wiwi.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Palu, Mohamad Arif, S.STP., M.Si., mengatakan pemerintah daerah terus melakukan upaya pengelolaan dan pemulihan lingkungan. Salah satunya melalui peningkatan kualitas kegiatan penghijauan dengan memperhatikan kondisi lahan, media tanam, kontur, serta kualitas bibit yang digunakan.
“Kami tidak lagi sekadar menanam pohon secara asal; kini setiap bibit wajib memiliki tinggi minimal dua meter dengan media dan kontur yang sesuai agar tingkat kelangsungan hidupnya bisa dijamin di atas 80 persen,” ujar Mohamad Arif.
Ia menambahkan, pengelolaan lingkungan membutuhkan keterlibatan pemerintah, organisasi lingkungan, komunitas, dan masyarakat untuk menjaga kelestarian alam serta memperkuat upaya menghadapi dampak perubahan iklim.gan generasi selanjutnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....