Air Danau Poso Menyusut di Musim Kemarau Berpotensi Pengaruhi Pasokan Listrik

  • 07 Sep 2026 20:50 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Poso - Pemerintah Kabupaten Poso bersama PT PLN (Persero) meninjau kondisi Danau Poso di Kecamatan Pamona Utara, Sabtu 5 September 2026, menyusul tren penurunan muka air yang berpotensi mempengaruhi operasional Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) Poso.

Peninjauan dilakukan Wakil Bupati Poso H. Soeharto Kandar bersama Direktur Manajemen Pembangkitan PT PLN (Persero), Rizal Calvari Marimbo. Rombongan melihat langsung kondisi muka air dan ketersediaan air Danau Poso yang menjadi salah satu sumber utama operasional PLTA Poso.

Penurunan muka air menjadi perhatian setelah debit Sungai Poso dan inflow Danau Poso dalam beberapa waktu terakhir mengalami penurunan dibandingkan kondisi normal.

Sebelum menuju kawasan Danau Poso, rombongan terlebih dahulu meninjau kondisi Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) di Kelurahan Moengko, Kecamatan Poso Kota.

Selanjutnya, rombongan meninjau kawasan Danau Poso sekaligus berdiskusi dengan pihak PT Poso Energy mengenai perkembangan debit air dan dampaknya terhadap operasional PLTA Poso.

Turut dalam peninjauan tersebut Senior Manager Pembangkitan PT PLN (Persero) Sigit Hardjono, Asisten Manager Perencanaan PLN UP3 Palu I Made Agus Ademerta, Manager ULP Poso Satria, serta jajaran Pemerintah Kabupaten Poso dan PLN.

Dari hasil peninjauan dan pembahasan diketahui, muka air Danau Poso mengalami penurunan dengan tren rata-rata sekitar dua sentimeter per hari.

Kondisi tersebut perlu diantisipasi karena berdasarkan prakiraan cuaca, periode puncak musim kemarau masih berpotensi berlangsung hingga Oktober 2026.

Apabila tren penurunan terus terjadi, muka air Danau Poso diperkirakan dapat kembali turun sekitar 20 sentimeter. Kondisi ini berpotensi mendekati bahkan menembus batas elevasi yang diizinkan dan dapat memengaruhi ketersediaan air untuk kebutuhan pembangkitan PLTA Poso.

Wakil Bupati Poso H. Soeharto Kandar mengatakan, kondisi Danau Poso perlu menjadi perhatian bersama karena berkaitan dengan keberlangsungan sumber daya air sekaligus ketahanan energi.

“Ini menjadi perhatian kita bersama. Kita perlu mengantisipasi sejak dini agar penurunan muka air Danau Poso tidak sampai mengganggu operasional pembangkit dan kebutuhan listrik masyarakat,” ujar Soeharto.

Menurutnya, pemerintah daerah akan terus berkoordinasi dengan PLN, PT Poso Energy dan instansi teknis terkait untuk memantau perkembangan kondisi Danau Poso.

Meski kondisi saat ini belum menunjukkan penurunan seperti yang terjadi pada 2023, potensi penurunan lebih lanjut tetap perlu diwaspadai. Terlebih apabila musim kemarau berlangsung lebih panjang hingga November atau Desember 2026 dan curah hujan tidak mengalami peningkatan signifikan.

Dari sisi mitigasi, PT Poso Energy sebelumnya telah melaksanakan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) dengan memanfaatkan teknologi drone untuk membantu meningkatkan inflow dan mempertahankan elevasi Danau Poso.

Dari pelaksanaan tersebut dilaporkan terjadi hujan di wilayah sasaran maupun sekitarnya. Namun, efektivitas TMC tetap bergantung pada kondisi atmosfer serta ketersediaan awan yang memenuhi persyaratan.

Pemantauan kondisi Danau Poso akan terus dilakukan, meliputi elevasi muka air, debit Sungai Poso, inflow dan outflow, serta perkembangan curah hujan dan prakiraan cuaca.

Koordinasi antara PT Poso Energy, PLN, Pemerintah Kabupaten Poso, BMKG dan instansi teknis lainnya dinilai penting untuk memastikan langkah mitigasi dapat dilakukan secara cepat apabila terjadi penurunan muka air lebih lanjut.

Dari sisi ketahanan energi, penurunan kemampuan pembangkitan PLTA Poso berpotensi memengaruhi keseimbangan sistem kelistrikan. Dalam kondisi tersebut, PLN dapat melakukan pengaturan beban untuk menjaga kestabilan pasokan listrik.

Pemerintah Kabupaten Poso juga mengajak masyarakat ikut menjaga kelestarian Danau Poso dan lingkungan di sekitarnya. Upaya tersebut dinilai penting untuk menjaga keberlanjutan sumber daya air sekaligus mendukung keberlangsungan energi dan kehidupan masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....