BP4 Sulteng: Kesiapan Calon Pengantin Jadi Kunci Ketahanan Keluarga

  • 04 Sep 2026 09:00 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Palu - Kesiapan calon pengantin dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam membangun ketahanan keluarga dan mencegah terjadinya perceraian. Pasangan yang akan menikah tidak hanya membutuhkan kesiapan secara mental, tetapi juga pemahaman mengenai hak dan kewajiban dalam rumah tangga.

Ketua BP4 Provinsi Sulawesi Tengah Prof. H. Sagaf S. Pettalongi mengatakan, bimbingan pranikah dan pascanikah menjadi bagian penting dalam pembinaan keluarga.

BP4 dalam hal ini bermitra dengan Kementerian Agama melalui Kantor Urusan Agama (KUA) untuk memberikan edukasi kepada calon pengantin.

“Dengan program edukasi kepada calon pengantin, akan diberikan arahan dan pandangan tentang bagaimana hak dan kewajiban suami istri serta bagaimana membangun komunikasi dalam keluarga,” ujarnya kepada RRI Kamis, 3 September 2026.

Menurutnya, pasangan suami istri perlu memahami bahwa kehidupan rumah tangga bukan ruang untuk saling berkompetisi. Keduanya harus membangun kerja sama dalam menghadapi persoalan.

“Dalam keluarga itu tidak ada istilah menang kalah. Yang ada adalah menang bersama dan kalau kalah maka kalah bersama,” katanya.

Ia menilai, komunikasi menjadi salah satu kunci dalam membangun manajemen keluarga yang kuat. Pasangan harus mampu saling memahami tugas dan kewajiban serta membangun komunikasi yang interaktif.

Selain bimbingan pranikah, pembinaan pascanikah juga dinilai penting karena kondisi kehidupan keluarga bersifat dinamis dan dapat berubah sesuai situasi.

“Pembinaan keluarga itu tidak statis, tetapi fluktuatif. Irama kehidupan tidak bertahan pada satu tempat, kadang naik dan kadang turun sesuai dengan situasi dan kondisi,” jelasnya.

Karena itu, pasangan suami istri perlu memiliki kemampuan untuk beradaptasi dan mengelola berbagai persoalan yang muncul setelah pernikahan.

Prof. Sagaf menilai, penguatan bimbingan pranikah dan pascanikah dapat membantu pasangan membangun ketahanan keluarga sekaligus mengantisipasi konflik yang berpotensi berujung pada perceraian.

Ia berharap pembinaan tersebut dapat terus diperkuat sehingga calon pengantin tidak hanya siap melangsungkan pernikahan, tetapi juga memahami tanggung jawab dan tantangan kehidupan berumah tangga.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....