KUBIK 2.0 Dorong Penyandang Disabilitas di Palu Bangun Usaha Mandiri
- 28 Agt 2026 18:49 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Palu – Karsa Institute bekerja sama dengan PT Digiglo Inovasi Cipta mendorong penyandang disabilitas di Kota Palu memperkuat kemandirian ekonomi melalui pengembangan potensi kewirausahaan.
Upaya tersebut dilakukan melalui Lokakarya Tren dan Penguatan Kewirausahaan dalam Program KUBIK 2.0 yang digelar di Satriya Meeting Room, Karsa Institute, Palu, pada Kamis, 27 Agustus 2026.
Kegiatan yang diikuti 23 peserta tersebut membekali peserta dengan pengetahuan dan keterampilan praktis, mulai dari pemetaan potensi, pengelolaan keuangan usaha, strategi pemasaran, hingga penyusunan rencana bisnis.
Asi Gumilang dari PT Digiglo Inovasi Cipta mengatakan pengembangan kewirausahaan bagi penyandang disabilitas perlu disesuaikan dengan kemampuan, minat, pengalaman, dan tingkat kesiapan masing-masing peserta.
"Kemampuan dan pengalaman yang telah dimiliki peserta dapat menjadi modal awal untuk dikembangkan menjadi kegiatan ekonomi produktif," ujar dia.
Dalam kegiatan tersebut, peserta diajak memetakan potensi melalui identifikasi keterampilan, minat, dan pengalaman yang dapat dikembangkan menjadi peluang usaha.
Menurut Asi, hasil pemetaan menunjukkan peserta memiliki beragam potensi, seperti memasak, berjualan makanan dan minuman, beternak, membuka bengkel, jasa cuci motor, hingga membuat kerajinan.
"Peserta juga mendapatkan materi literasi keuangan yang mencakup pengelolaan modal, omzet, biaya, laba, pencatatan transaksi, pemisahan keuangan pribadi dan usaha, serta penentuan harga jual," sebutnya.
Selain pengelolaan keuangan, peserta katanya, dibekali strategi pemasaran konvensional dan digital dengan memanfaatkan platform seperti WhatsApp, Instagram, Facebook, dan TikTok untuk memperkenalkan produk serta memperluas jangkauan pasar.
Lokakarya dilanjutkan dengan praktik penyusunan rencana bisnis sederhana. Peserta diarahkan menentukan produk atau jasa, sasaran konsumen, kebutuhan pasar, keunggulan produk, harga, modal, metode promosi, hingga target usaha selama 30 hari.
Asi mengatakan hasil lokakarya tidak diarahkan berhenti pada pemberian pengetahuan, tetapi perlu dilanjutkan melalui pendampingan sesuai kebutuhan peserta. Peserta yang telah memiliki usaha dapat memperoleh penguatan dalam manajemen, keuangan, dan pemasaran, sementara peserta yang baru memiliki ide usaha dapat didampingi dalam validasi produk dan uji pasar.
Menurutnya, peserta yang masih mencari arah usaha juga perlu mendapatkan ruang untuk mengeksplorasi potensi secara bertahap agar pilihan kegiatan ekonomi yang dikembangkan sesuai dengan kemampuan mereka.
Melalui KUBIK 2.0, Karsa Institute bersama PT Digiglo Inovasi Cipta mendorong penguatan kapasitas secara berkelanjutan melalui pemetaan potensi, pendampingan, praktik, monitoring, dan evaluasi, sehingga peserta diharapkan mampu mengubah potensi yang dimiliki menjadi kegiatan produktif dan sumber kemandirian ekonomi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....