Program Kelurahan Menanam Donggala Kodi Wujudkan Ketahanan Pangan Warga

  • 29 Agt 2026 05:21 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Palu - Program Palu Mapan (Kelurahan Menanam) terus dikembangkan Pemerintah Kelurahan Donggala Kodi, Kecamatan Ulujadi, Kota Palu, sebagai upaya mendorong ketahanan pangan sekaligus membantu menjaga kestabilan harga komoditas di masyarakat.

Lurah Donggala Kodi,Idris, menjelaskan pelaksanaan program tersebut diawali dengan proses penyemaian bibit hingga penanaman dan perawatan tanaman yang dilakukan secara bertahap oleh kelompok masyarakat. Salah satu komoditas yang dikembangkan adalah bawang merah.

Menurutnya, proses perawatan tanaman bawang merah telah berlangsung sekitar dua bulan hingga memasuki masa panen. Dari bibit sekitar 50 kilogram yang ditanam, hasil panen yang diperoleh mencapai kurang lebih 135 kilogram.

Hasil panen tersebut kemudian dipasarkan melalui fasilitas yang disiapkan pemerintah, termasuk pasar rakyat. Langkah ini memberikan ruang bagi masyarakat untuk memasarkan hasil pertanian sekaligus memastikan hasil produksi dapat kembali memberikan manfaat ekonomi kepada warga.

“Alhamdulillah bawang merah kemarin kita jual dengan hasil panen kita. Dari jumlah bibit yang kita semaikan dan tanam sekitar 50 kilo, hasilnya kurang lebih sekitar 135 kilo,” ujarnya saat dikonfirmasi RRI, Jumat 28 Agustus 2026.

Ia mengatakan, pengembangan program tersebut akan terus dilakukan dengan memanfaatkan lahan yang tersedia. Dari rencana pengembangan sekitar satu hektare, saat ini lahan yang telah digunakan masih sekitar seperempatnya dan pemerintah kelurahan terus berkoordinasi dengan pemilik lahan untuk memperluas penanaman.

Selain meningkatkan produksi pangan, program tersebut juga diarahkan untuk membantu menekan inflasi dengan menyediakan komoditas pertanian yang dibutuhkan masyarakat. Pemerintah Kelurahan Dunggalakodi juga mendorong penggunaan pupuk organik untuk menjaga kualitas tanah dan menghasilkan tanaman yang lebih sehat.

Ia berharap program Kelurahan Menanam dapat berjalan secara berkelanjutan dengan melibatkan semakin banyak masyarakat. Sebagian hasil panen bahkan akan disisihkan sebagai bibit untuk penanaman berikutnya, sehingga masyarakat tidak selalu bergantung pada bantuan bibit dari pemerintah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....