Polda Sulteng Dalami Temuan 22 Excavator di Kabupaten Buol

  • 27 Agt 2026 14:38 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Palu - Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tengah mendalami temuan 22 unit alat berat jenis excavator di wilayah Desa Bodi, Kecamatan Paleleh Barat, Kabupaten Buol. Alat berat tersebut ditemukan saat penyelidikan dugaan aktivitas penambangan emas tanpa izin atau PETI.

Kasubdit Tipidter Ditreskrimsus Polda Sulteng Kompol Karel A. Paeh mengatakan, pengecekan dilakukan tim pada Kamis, 20 Agustus 2026. Langkah tersebut dilakukan setelah polisi menerima informasi terkait dugaan aktivitas PETI di wilayah tersebut.

Saat tiba di lokasi yang menjadi sasaran pengecekan, petugas tidak menemukan adanya aktivitas penambangan emas yang sedang berlangsung. Tim kemudian melakukan penyisiran lebih lanjut di sejumlah akses jalan menuju perkebunan warga.

Menurut Karel, dari hasil penyisiran tersebut petugas menemukan puluhan alat berat dari berbagai merek yang berada di beberapa titik. Seluruh alat berat ditemukan dalam kondisi tidak beroperasi.

“Tim kemudian memperluas penyisiran dengan menyusuri sejumlah akses jalan perkebunan warga. Dari hasil penyisiran itu, petugas menemukan puluhan alat berat dari berbagai merek yang berada di beberapa titik dalam kondisi tidak beroperasi,” ujarnya.

Temuan tersebut menjadi perhatian penyidik karena diduga memiliki keterkaitan dengan aktivitas pertambangan emas tanpa izin. Namun, hingga saat ini penyidik belum menyimpulkan adanya hubungan langsung antara alat berat yang ditemukan dengan dugaan PETI.

Kabidhumas Polda Sulteng Kombes Pol Achmad Muhaimin mengatakan seluruh alat berat yang ditemukan telah diamankan sebagai barang temuan. Pengamanan dilakukan melalui pembuatan berita acara temuan sebagai bagian dari proses penyelidikan.

“Tim Subdit Tipidter Polda Sulteng telah mengamankan 22 alat berat sebagai barang temuan dan saat ini dititiprawatkan di Polres Buol,” kata Achmad Muhaimin dalam keterangan tertulis, Rabu, 26 Agustus 2026.

Selain mengamankan alat berat, penyidik juga telah meminta keterangan dari delapan orang saksi. Salah satu saksi yang dimintai keterangan adalah Kepala Desa Bodi untuk membantu memastikan asal-usul dan keberadaan alat berat tersebut.

Penyidik saat ini masih mencocokkan keterangan para saksi dengan kondisi di lapangan. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan ada atau tidaknya keterkaitan antara alat berat yang ditemukan dengan dugaan aktivitas PETI.

“Temuan ini akan kami tindaklanjuti secara profesional dan proporsional. Saat ini penyidik masih bekerja untuk memastikan apakah alat berat tersebut benar berkaitan dengan dugaan PETI atau memiliki peruntukan lain,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....