Pemprov Sulteng Dukung SMK Go Global, Tekan Pekerja Migran Ilegal

  • 27 Agt 2026 00:56 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Palu - Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah mendukung program SMK Go Global yang dilaksanakan Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia melalui BP3MI Sulteng. Program tersebut dinilai membuka peluang bagi lulusan SMK untuk bekerja di luar negeri melalui jalur resmi dan sesuai kompetensi.

Dukungan tersebut disampaikan Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, Reny A. Lamadjido, saat menghadiri kick off pembukaan kegiatan peningkatan kapasitas Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) melalui program SMK Go Global di SMK Negeri 1 Palu, Rabu 26 Agustus 2026.

Reny mengatakan, program tersebut menjadi kesempatan bagi generasi muda Sulawesi Tengah untuk mendapatkan pekerjaan formal di luar negeri dengan dibekali kompetensi dan sertifikasi.

“Bagaimana menyadarkan kepada daerah untuk tidak meninggalkan kesempatan untuk pergi bekerja di luar negeri, tetapi pekerjaannya adalah pekerjaan formal,” ujar Reny.

Menurutnya, peserta tidak hanya mendapatkan pelatihan keterampilan kerja, tetapi juga dibekali kemampuan bahasa, tata krama, etika, serta berbagai materi lain yang dibutuhkan sebelum bekerja di luar negeri.

Reny menilai mekanisme penempatan melalui jalur resmi menjadi hal penting untuk mencegah masyarakat berangkat sebagai pekerja migran secara ilegal atau nonprosedural.

“Kalau ada yang ilegal saya kira kita tidak mau, tidak boleh kita dukung. Tapi alhamdulillah yang dipakai sekarang ini adalah semua yang legal, semua yang bersertifikat,” tegasnya.

Ia mengatakan, peserta program akan mendapatkan sertifikat keahlian setelah menyelesaikan pelatihan. Sertifikasi tersebut menjadi salah satu bekal penting bagi pekerja migran untuk menunjukkan kompetensi sesuai bidang pekerjaan yang akan dijalani.

“Pada saat pelatihan itu ada pelatihan kemudian bersertifikasi. Mereka bersertifikat sehingga nanti kalau dia pulang dia mempunyai sertifikat keahlian yang dia ikuti dalam pelatihan,” jelas Reny.

Sementara itu, Kepala BP3MI Sulawesi Tengah, Mustaqim Ode Musnal menjelaskan, program SMK Go Global di Sulteng pada 2026 menyiapkan 220 peserta melalui 11 kelas pelatihan.

Peserta dipersiapkan untuk sejumlah bidang pekerjaan, antara lain housekeeping, spa therapist, welder, caregiver atau care worker, serta sektor seabased.

Mustaqim mengatakan program tersebut memiliki perbedaan dengan pelatihan pekerja migran pada umumnya. Selain memastikan peserta memiliki kompetensi, pemerintah juga menyiapkan peluang penempatan setelah peserta menyelesaikan pelatihan.

“Jadi kita tidak hanya melatih kompetensi mereka, baik teknis maupun bahasa, tapi juga memastikan ketika mereka selesai pelatihan harus ditempatkan,” ungkap Mustaqim.

Ia menambahkan, untuk Sulawesi Tengah terdapat 1.750 orang yang mendaftar program tersebut. Setelah melalui verifikasi dokumen dan proses wawancara, sebanyak 220 peserta ditetapkan mengikuti pelatihan.

Pemerintah berharap program SMK Go Global dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia Sulawesi Tengah sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap pekerjaan formal di luar negeri.

Program tersebut juga diharapkan mampu menekan praktik penempatan pekerja migran secara ilegal dengan menyediakan jalur pelatihan, sertifikasi, hingga penempatan yang lebih terarah dan sesuai prosedur.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....