SMK Go Global 220 Siswa Sulteng Dibekali Keterampilan Kerja

  • 27 Agt 2026 00:57 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Palu - Program SMK Go Global mulai dilaksanakan di Sulawesi Tengah. Program yang merupakan direktif Presiden Republik Indonesia tersebut resmi dibuka melalui daring dan untuk Provinsi Sulawesi Tengah bertempat di SMK Negeri 1 Palu, Rabu 26 Agustus 2026.

Kepala Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Sulawesi Tengah, Mustaqim Ode Musnal mengatakan, program SMK Go Global merupakan bagian dari target pemerintah untuk menempatkan 500 ribu pekerja migran Indonesia yang profesional dan terampil hingga 2029.

Dari target tersebut, sebanyak 300 ribu pekerja migran ditargetkan berasal dari alumni SMK.

“Bapak Presiden memberikan arahan kepada Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia untuk menempatkan pekerja migran Indonesia profesional dan terampil 500 ribu orang. Tiga ratus ribu orang di antaranya berasal dari alumni SMK, dan itu akan berlangsung sampai tahun 2029,” ujar Mustaqim.

Ia menjelaskan, pada 2026 pemerintah menargetkan sebanyak 40 ribu orang mengikuti program tersebut secara nasional. Sementara Sulawesi Tengah memperoleh alokasi anggaran sekitar Rp4,1 miliar untuk menyelenggarakan 11 kelas pelatihan dengan total 220 peserta.

“Untuk Sulawesi Tengah sendiri mendapatkan alokasi anggaran Rp4,1 miliar untuk 11 kelas pelatihan. Setiap kelas itu 20 orang, jadi totalnya 220 orang,” jelasnya.

Mustaqim menyebut terdapat lima bidang pekerjaan yang dipersiapkan melalui program tersebut, yakni hospitality, manufaktur, caregiver atau care worker, serta sektor seabased atau pekerjaan di kapal.

Untuk bidang hospitality, peserta dipersiapkan pada jabatan housekeeping dan spa therapist. Sementara bidang manufaktur diarahkan pada pekerjaan welder.

Pelatihan dilaksanakan melalui enam lembaga vokasi, terdiri dari satu Poltekkes Kemenkes Palu dan lima SMK. Pemilihan lembaga vokasi dilakukan melalui platform e-Vokasi milik Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia.

“Kenapa SMK? Kami ingin memberdayakan SMK yang ada. Tentu penentuan SMK itu tidak ditentukan oleh kami. Mereka ada platform yang dibangun namanya e-Vokasi oleh KP2MI,” katanya.

Lembaga yang mendaftar melalui platform tersebut kemudian diverifikasi berdasarkan tiga aspek, yakni administrasi, sarana dan prasarana, serta dukungan sumber daya manusia.

Untuk Sulawesi Tengah, proses seleksi diawali dengan 1.750 pendaftar. Setelah verifikasi dokumen, sebanyak 520 peserta mengikuti tahapan selanjutnya hingga ditetapkan 220 peserta yang terbagi dalam 11 paket pelatihan.

Mustaqim menegaskan, program SMK Go Global tidak hanya berorientasi pada pelatihan keterampilan. Pemerintah juga memastikan peserta memiliki peluang kerja setelah menyelesaikan pelatihan.

“Program SMK Go Global itu tidak hanya dilatih. Tapi kita juga harus pastikan ketika mereka dilatih, mereka ditempatkan di mana,” ungkapnya.

Menurutnya, peserta akan mendapatkan pelatihan kompetensi sekaligus bahasa sesuai negara tujuan. Peserta caregiver, misalnya, dipersiapkan untuk peluang penempatan ke Taiwan dan Jepang. Sementara welder diarahkan untuk peluang kerja di Malaysia dan Korea Selatan.

Adapun peserta sektor seabased akan dipersiapkan melalui kerja sama dengan manning agency.

Mustaqim mengatakan, pelatihan mulai berjalan setelah kick off dan ditargetkan selesai paling lambat Desember 2026. Pelaksanaan dilakukan dalam dua batch, dengan batch pertama sebanyak 120 peserta dan batch kedua menyusul.

Ia berharap seluruh peserta mengikuti pelatihan dengan serius karena setelah menyelesaikan pelatihan, peserta akan menjalani proses sertifikasi kompetensi sebelum ditempatkan sebagai pekerja migran Indonesia.

“Yang akan menentukan mereka kompeten atau tidak tentu komitmen mereka, disiplin mereka, keseriusan mereka dalam pelatihan. Karena nanti ada sertifikasi,” pungkas Mustaqim.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....