KKI 2026, UMKM Lokal Sulteng Tembus Pasar Internasional

  • 26 Agt 2026 10:41 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Palu– Bank Indonesia menyelenggarakan Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 sebagai wujud komitmen dalam mengembangkan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) guna mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. KKI 2026 mengangkat semangat “Beudaya Meusare-Sare” dari Aceh yang bermakna “Berdaya, Bersama-Sama”. Semangat tersebut sekaligus mencerminkan upaya bersama dalam mendorong kebangkitan UMKM, termasuk di wilayah Sumatera dan Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terdampak bencana alam.

KKI 2026 diselenggarakan pada 20–23 Agustus 2026 di Hall A dan B Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta. Kegiatan dibuka oleh Pejabat Gubernur Sementara Bank Indonesia, Destry Damayanti, bersama Ketua Dewan Kerajinan Nasional, Selvi Gibran Rakabuming. Turut hadir Menteri Koperasi Ferry Juliantono, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya, Ketua Otoritas Jasa Keuangan Friderica Widyasari Dewi, Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Putri, serta Anggota Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan Doddy Zulverdi.

Mengusung tema “Penguatan Sinergi untuk Mendorong UMKM Bangkit, Tangguh, dan Berdaya Saing”, Bank Indonesia menyelenggarakan KKI 2026 melalui sinergi dengan 27 kementerian/lembaga dan 34 mitra strategis. KKI 2026 menjadi wadah kolaborasi lintas sektor dalam memperkuat daya saing, memperluas akses pembiayaan dan pasar, serta mengakselerasi digitalisasi UMKM. Kegiatan ini turut didukung dan dihadiri oleh duta besar negara sahabat, perwakilan kementerian/lembaga, asosiasi, perbankan, serta para pelaku usaha.

Di Sulawesi Tengah, komitmen Bank Indonesia dalam mendorong UMKM naik kelas diwujudkan melalui pengembangan UMKM binaan serta berbagai rangkaian Road to Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026. UMKM memiliki peran strategis dalam menggerakkan aktivitas ekonomi daerah, menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, penguatan UMKM menjadi bagian penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tengah yang inklusif dan berkelanjutan.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Tengah Muhamad Irfan Sukarna, Selasa, 25 Agustus 2026 mengatakan, pengembangan UMKM di Sulawesi Tengah diarahkan pada peningkatan kapasitas dan kualitas produk, penguatan daya saing, digitalisasi, serta perluasan akses pasar dan pembiayaan. Upaya tersebut dilakukan melalui fasilitasi promosi perdagangan, pelatihan dan pendampingan, pemanfaatan teknologi digital, serta pengembangan subsektor unggulan daerah.

“Rangkaian Road to KKI 2026 di Sulawesi Tengah dilaksanakan melalui berbagai program, antara lain Potomu Sulteng (Program Transformasi dan Kurasi UMKM Sulawesi Tengah), Semarak Sulteng Nambaso, pendampingan dan pelatihan UMKM wastra dan barista, serta Posalia Sulteng Digifest. Berbagai kegiatan tersebut menjadi ruang bagi UMKM daerah untuk meningkatkan kapasitas, memperkuat kualitas produk, memperluas akses pasar, serta memperkenalkan produk unggulan Sulawesi Tengah kepada masyarakat yang lebih luas,” jelasnya.

Salah satu UMKM binaan Bank Indonesia yang turut berpartisipasi dalam KKI 2026 adalah Febry Ferry Fabry (FFF), pelaku usaha fesyen asal Kota Palu yang telah menembus pasar internasional melalui keikutsertaan dalam berbagai ajang fashion show internasional. Keikutsertaan FFF dalam KKI 2026 menjadi salah satu wujud bagaimana pembinaan dan fasilitasi Bank Indonesia di daerah dapat mendukung produk lokal agar semakin berdaya saing dan mampu menjangkau pasar yang lebih luas.

“Sejalan dengan upaya penguatan daya saing, digitalisasi menjadi salah satu fokus pengembangan UMKM binaan Bank Indonesia di Sulawesi Tengah. Pemanfaatan kanal pembayaran digital melalui QRIS serta perluasan pemasaran secara daring terus didorong untuk meningkatkan efisiensi transaksi sekaligus memperluas jangkauan konsumen,” terang Irfan.

Ditambahkan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Tengah telah menyelenggarakan program Digitalisasi untuk Peningkatan Daya Saing UMKM (DIGDAYA) yang diikuti oleh 30 UMKM. Program tersebut diarahkan untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas pemanfaatan kanal digital oleh UMKM, khususnya dalam mendukung perluasan akses pasar.

Selain digitalisasi, pengembangan UMKM di Sulawesi Tengah juga diarahkan untuk mendorong praktik usaha yang semakin inklusif dan memiliki tata kelola keuangan yang baik. Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui pelatihan dan pendampingan penggunaan Sistem Informasi Aplikasi Pencatatan Informasi Keuangan (SIAPIK) kepada UMKM dan perbankan.

“Melalui pemanfaatan SIAPIK, UMKM didorong untuk melakukan pencatatan transaksi dan menyusun laporan keuangan secara lebih terstruktur dan terstandarisasi. Dengan demikian, UMKM diharapkan memiliki profil keuangan yang semakin baik sehingga dapat meningkatkan peluang memperoleh akses pembiayaan dari lembaga keuangan,” kata Irfan.

Selama empat hari penyelenggaraan KKI 2026, pameran secara luring di JICC diikuti oleh lebih dari 550 UMKM, sementara pameran daring melalui platform digital Karya Kreatif Indonesia melibatkan lebih dari 1.300 UMKM. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan penyelenggaraan KKI 2025 yang diikuti oleh 362 UMKM secara luring dan lebih dari 1.100 UMKM secara daring.

Peningkatan partisipasi tersebut mencerminkan semakin luasnya ruang bagi UMKM Indonesia untuk memperkenalkan produk unggulan, membangun jejaring usaha, mengakses pasar yang lebih luas, serta memperkuat kapasitas dan daya saing. Melalui penyelenggaraan KKI 2026 dan berbagai program pengembangan UMKM di daerah, Bank Indonesia bersama kementerian/lembaga dan mitra strategis terus memperkuat sinergi untuk mendorong UMKM Indonesia agar semakin bangkit, tangguh, digital, inklusif, dan berdaya saing, sekaligus berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan.

“Bersama, kita dukung UMKM Indonesia untuk terus bangkit, berdaya saing, dan menjadi kebanggaan bangsa,” pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....