Hikmah Maulid Nabi, Ketua FKUB Sulteng Tekankan Dakwah Kedamaian
- 25 Agt 2026 14:38 WIB
- Palu
Poin Utama
- Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW merupakan momentum spiritual penting untuk membumikan kembali ajaran luhur Rasulullah dalam kehidupan bermasyarakat.
- Ketua FKUB Sulawesi Tengah Zainal Abidin mengingatkan umat Islam agar menjadikan perayaan Maulid sebagai sarana untuk meneladani akhlak mulia Nabi Muhammad SAW.
- Peringatan Maulid Nabi diharapkan dapat memperkuat nilai-nilai spiritual dan moral di tengah masyarakat yang plural dan beragam.
RRI.CO.ID, Palu - Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW selalu menjadi momentum spiritual yang berharga untuk membumikan kembali ajaran luhur Rasulullah di tengah kehidupan bermasyarakat.
Hal itu disampaikan Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Sulawesi Tengah, Zainal Abidin. Ia mengingatkan umat Islam agar menjadikan perayaan ini sebagai sarana meneladani akhlak mulia Nabi Muhammad SAW.
Zainal menggarisbawahi hakikat utama diutusnya Rasulullah ke muka bumi, yakni sebagai pembawa kasih sayang dan rahmat bagi seluruh alam. Ketua Asosiasi FKUB Indonesia ini, juga menyentil cara berdakwah dan beragama sebagian pihak yang terkadang melenceng dari spirit kenabian.
"Nabi mengajarkan kita cara dakwah terbaik, yaitu dengan memberikan contoh dan keteladanan bukan dengan cara memaksa dan kekerasan," katanya.
Guru Besar UIN Datokarama Palu ini juga menjelaskan, dakwah Islam yang dicontohkan Rasulullah dibangun di atas pijakan hikmah, kelembutan, serta keteladanan akhlak. Karena itu para dai, ulama, dan seluruh umat Islam diimbau untuk tidak menggunakan pendekatan intimidatif atau paksaan dalam mensyiarkan ajaran agama.
Zainal pun mengingatkan, agar perayaan Maulid Nabi tidak sekadar menjadi kegiatan seremoni tahunan. Lebih dari itu, juga menjadi momentum otokritik untuk mengukur sejauh mana kita telah mengamalkan nilai-nilai kenabian.
"Kunci dakwah Nabi ada pada keluhuran akhlak dan ketulusan hati," ujar Dewan Pakar PB Alkhairaat tersebut.
Zainal menambahkan, nilai-nilai keteladanan Nabi Muhammad SAW sangat relevan dalam menjaga merawat kemajemukan di Indonesia, khususnya Sulawesi Tengah. Ketika nilai saling menghormati, kepedulian sosial, dan persaudaraan diamalkan, maka kerukunan hidup antarumat beragama akan tercipta dengan kokoh.
"Kita jadikan Maulid Nabi ini sebagai pendorong untuk memperkuat persaudaraan, merawat kedamaian, dan memanusiakan sesama di Sulawesi Tengah," ujar Zainal. (KA)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....