Penghargaan Wahana Lestari, Motivasi untuk Menjaga dan Lestarikan Hutan Sulteng

  • 19 Agt 2026 15:47 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Palu - Penghargaan Wana Lestari bukan sekadar pemberian penghargaan atau bentuk apresiasi seremonial. Lebih dari itu, penghargaan ini merupakan pengakuan pemerintah atas dedikasi, kerja keras, inovasi, dan keteladanan masyarakat, serta para rimbawan dan para pihak yang telah memberikan kontribusi nyata dalam pembangunan kehutanan di Provinsi Sulawesi Tengah.

Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Sulawesi Tengah Ir. H. Susanto Wibowo, S.Hut.,M.Si.,IPU mengatakan, menjaga hutan bukanlah pekerjaan yang dapat dilakukan oleh pemerintah semata. Hutan merupakan sumber kehidupan yang manfaatnya dirasakan oleh masyarakat, sekaligus memiliki fungsi penting dalam menjaga tata air, keanekaragaman hayati, iklim, serta keberlanjutan kehidupan generasi mendatang.

Karena itu, keberhasilan pembangunan kehutanan sangat bergantung pada kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, akademisi, penyuluh, KPH, lembaga masyarakat, serta para mitra pembangunan.

Prestasi yang diraih hendaknya tidak berhenti pada penghargaan. Diharapkan penghargaan yang diterima menjadi motivasi untuk terus berkarya, berinovasi, dan menjadi inspirasi untuk menularkan praktik-praktik baik bagi kelompok masyarakat dan insan kehutanan lainnya di Sulawesi Tengah.

“Kepada para penyuluh kehutanan dan pendamping, saya juga menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya. Peran Bapak/Ibu sangat strategis dalam membangun kesadaran, meningkatkan kapasitas masyarakat, mendampingi pengelolaan hutan, serta menjembatani program pemerintah dengan kebutuhan masyarakat di tingkat tapak,” kata Kadis Kehutanan Provinsi Sulawesi Tengah, Susanto Wibowo, dalam kegiatan Pemberian Penghargaan Wana Lestari Tingkat Provinsi Sulawesi Tengah Tahun 2026, Selasa 18 Agustus 2026.

Menurutnya kedepan, tantangan pembangunan kehutanan akan semakin kompleks. Tekanan terhadap kawasan hutan, perubahan iklim, degradasi lingkungan, kebakaran hutan dan lahan, serta kebutuhan masyarakat terhadap akses dan manfaat sumber daya hutan.

“Disisi lain, kita dituntut harus mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar hutan melalui pemanfaatan hasil hutan secara berkelanjutan, pengembangan usaha masyarakat, penguatan kelembagaan, serta peningkatan nilai ekonomi tanpa mengorbankan kelestarian lingkungan. Hal ini diharapkan juga mampu mendukung Program 9 BERANI, terutama melalui pilar BERANI Makmur, BERANI Harmoni, dan BERANI Sejahtera, yang menekankan penguatan ekonomi kerakyatan, dan pemberdayaan masyarakat berbasis sumber daya alam lokal,” jelasnya.

Diharapkan, para penerima penghargaan dapat menjadi role model dan agen perubahan dalam pembangunan kehutanan di tingkat tapak daerah masing-masing. Jadilah teladan bahwa menjaga hutan bukanlah beban, melainkan investasi untuk masa depan generasi kita.

“Mari kita jadikan penghargaan Wana Lestari sebagai energi baru untuk memperkuat gerakan bersama dalam menjaga hutan Sulawesi Tengah yang lestari dan berdampak,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....