BMKG Deteksi 8 titik Panas Tinggi dan 196 Titik Panas Kategori Sedang di Sulteng
- 19 Agt 2026 15:49 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Palu - Hasil pemantauan BMKG di 20 wilayah zona musim, 69 pesen wilayah di Sulawesi Tengah telah memasuki musim kemarau. Hal ini ditandai dengan minimnya curah hujan serta penurunan ketersediaan air secara signifikan. Prakirawan BMKG Mutiara Sis Al Jufri Palu Mudayu Ekaning Prastiwi kepada RRI mengatakan, berdasarkan analisis pantauan titik panas atau hotspot, BMKG Muiara Sis Al-Jufri Palu dalam 7 hari terakhir, terdeteksi sebanyak 8 titik panas kategori Tinggi dan 196 titik panas kategori sedang yang tersebar di sejumlah wilayah.
“Rendahnya intensitas curah hujan turut memicu peningkatan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Berdasarkan analisis pantauan titik panas (hotspot) BMKG dalam 7 hari terakhir (hingga 18 Agustus 2026), terdeteksi sebanyak 8 titik panas kategori Tinggi dan 196 titik panas kategori Sedang yang tersebar di wilayah Sulawesi Tengah,” tulis prakirawan BMKG Mutiara Sis Al-Jufri Palu, Mudayu Ekaning Prastiwi, Rabu 19 Agustus 2026.
Memperhatikan kondisi curah hujan yang minim dan tingginya jumlah titik panas, potensi Karhutla diprakirakan masih cukup tinggi. Berdasarkan Sistem Peringatan Dini Kebakaran Hutan dan Lahan (SPARTAN) BMKG untuk prediksi Fire Weather Index (FWI) 7 hari ke depan, terdapat beberapa wilayah di Kab. Banggai, Banggai Kepulauan, Tojo Una-una, Poso, Morowali, Morowali Utara yang memiliki indeks di atas 13 poin. Kondisi ini masuk dalam kategori sangat rawan dan berpotensi tinggi memicu serta memperluas kejadian kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....