Nursery PT IMIP Kembangkan Bank Benih Jaga Keanekaragaman Hayati

  • 18 Agt 2026 14:23 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Morowali - PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) mengembangkan program bank benih untuk mendukung konservasi keanekaragaman hayati lokal di kawasan industri. Program tersebut menjadi bagian dari pengelolaan nursery atau tempat pembibitan tanaman yang dilakukan secara mandiri oleh Departemen Environmental PT IMIP.

Nursery IMIP berada di kawasan Edupark dan dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan penghijauan pada seluruh ruang terbuka hijau (RTH) lingkar kawasan seluas 1.937,9 hektare. Fasilitas tersebut mampu menghasilkan lebih dari 80 ribu bibit tanaman setiap tahun, termasuk tanaman peneduh, tanaman hias, dan mangrove sebagai vegetasi penyerap karbon.

Nursery Staff Environmental Department PT IMIP, Rian Hakim, mengatakan program bank benih mulai dilaksanakan sejak awal 2026. Benih tanaman yang tumbuh di kawasan perusahaan, termasuk jenis lokal dan endemik, dikumpulkan untuk kemudian diproses dan disimpan sebagai cadangan.

“Melalui program ini diharapkan kebutuhan benih dapat dipenuhi secara mandiri sehingga mengurangi ketergantungan pada sumber dari luar. Ini juga bentuk upaya PT IMIP dalam menjaga konservasi keanekaragaman hayati lokal,” ujar Rian, Selasa, 18 Agustus 2026.

Ia menjelaskan, benih yang dikumpulkan melalui sejumlah tahapan, mulai dari pengolahan, pengeringan, pengemasan, hingga penyimpanan. Benih tersebut selanjutnya dapat digunakan untuk memperbanyak tanaman sesuai kebutuhan penghijauan dan konservasi di kawasan industri.

Menurut Rian, nursery IMIP telah menghasilkan sekitar 53 jenis bibit yang kemudian didistribusikan untuk ditanam di berbagai titik ruang terbuka hijau. Selain digunakan untuk penghijauan internal, bibit juga disalurkan kepada tenant dan masyarakat di luar kawasan.

Distribusi bibit dilakukan melalui tiga skema, yakni penanaman langsung di sejumlah jalur transportasi dan taman kawasan industri. Selanjutnya, bibit diberikan kepada tenant untuk ditanam di ruang terbuka hijau masing-masing serta disalurkan kepada masyarakat melalui pemerintah daerah.

“Untuk penyaluran ke luar kawasan atau masyarakat, prosesnya dilakukan sangat mudah. Masyarakat cukup bersurat kepada instansi pemerintah daerah untuk keperluan administrasi dan pendataan jenis tanaman serta lokasi penyalurannya,” jelas Rian.

Pengelolaan nursery juga diarahkan untuk mengurangi penggunaan material yang berpotensi menjadi sampah plastik. PT IMIP menargetkan penggunaan polybag plastik sekali pakai dapat dihentikan secara bertahap dengan menggantinya menggunakan polipot yang dapat digunakan berulang kali.

Selain pembibitan, nursery dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan operasional secara mandiri. Pengelola juga mengembangkan bahan pengendali hama dan penyakit tanaman berbahan alami, seperti insektisida dan herbisida nabati yang menggunakan bahan herbal.

Rian berharap pengembangan nursery dan bank benih dapat memperkuat upaya konservasi tanaman lokal sekaligus mendukung penghijauan kawasan secara berkelanjutan. Program tersebut juga diharapkan menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam mengelola sumber daya hayati dan mengurangi dampak lingkungan dari aktivitas industri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....