Paskibraka Sulteng Sukses Jalankan Tugas Penurunan Sang Saka Merah Putih

  • 17 Agt 2026 20:40 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Palu - Rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tingkat Provinsi Sulawesi Tengah ditutup dengan upacara penurunan bendera Sang Saka Merah Putih di Halaman Kantor Gubernur Sulawesi Tengah, Senin sore 17 Agustus 2026. Upacara berlangsung khidmat dan menjadi bagian akhir dari rangkaian peringatan kemerdekaan di tingkat provinsi.

Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, dr. Reny A. Lamadjido, Sp.PK., M.Kes., bertindak sebagai Inspektur Upacara, sementara Kompol I Dewa Gede Meiriawan, S.I.K., dipercaya sebagai Komandan Upacara. Prosesi berlangsung tertib dengan melibatkan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Provinsi Sulawesi Tengah yang menjalankan tugas penurunan Sang Saka Merah Putih.

Dalam prosesi tersebut, Naila Adelia Putri, siswi SMAN 5 Palu, dipercaya sebagai pembawa baki. Mohamad Syahral Pakaya, siswa MAN Insan Cendekia Kota Palu, bertugas sebagai pengerek bendera, sedangkan Mohammad Faiz Attaya, siswa SMA Al-Azhar Mandiri Palu, bertugas sebagai pembentang bendera. Sementara itu, Rafif Aditya, siswa MAN 2 Kota Palu, bertugas sebagai Komandan Pasukan 17, dan Mohamad Alif, siswa SMAN 1 Mamosalato, Kabupaten Morowali Utara, sebagai Komandan Pasukan 8.

Upacara penurunan bendera turut dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Tengah Dr. Dra. Novalina, M.M., jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sulawesi Tengah, pimpinan dan anggota DPRD Provinsi Sulawesi Tengah, pimpinan instansi vertikal, pimpinan perbankan, serta jajaran pejabat Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah. Kehadiran para pejabat dan unsur masyarakat tersebut menunjukkan kuatnya kebersamaan dalam memperingati momentum kemerdekaan.

Para orang tua anggota Paskibraka juga turut hadir menyaksikan langsung putra-putri mereka menuntaskan tugas negara dalam prosesi penurunan Sang Saka Merah Putih. Dengan selesainya upacara tersebut, rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI tingkat Provinsi Sulawesi Tengah resmi ditutup, sekaligus menjadi momentum untuk meneguhkan semangat persatuan, pengabdian, dan kecintaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....