Kapolda Sulteng Resmikan Jembatan Presisi Jenderal Hoegeng di Bale
- 13 Agt 2026 15:41 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Donggala — Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Sulawesi Tengah (Sulteng) Irjen Pol Nasri, Kamis, 13 Agustus 2026, menghadiri sekaligus meresmikan Jembatan Presisi Jenderal Hoegeng yang menghubungkan Desa Bale dengan Dusun V Tavao, Kecamatan Tanantovea, Kabupaten Donggala. Peresmian jembatan tersebut dipimpin langsung oleh Kapolri melalui sarana Zoom Meeting.
Dalam sambutannya, Kapolda menyampaikan bahwa pembangunan infrastruktur merupakan bagian penting dalam mendukung kemajuan dan kesejahteraan masyarakat. Infrastruktur yang memadai dinilai mampu memperlancar roda perekonomian sekaligus membuka akses masyarakat terhadap berbagai layanan dasar.
“Sebagai wujud dedikasi Polda Sulteng dalam mendukung dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, hari ini saya meresmikan Jembatan Presisi Jenderal Hoegeng yang menghubungkan Desa Bale menuju Dusun V Tavao,” ujar Kapolda.
Jembatan tersebut dibangun dari awal, bukan merupakan revitalisasi, dengan panjang 60 meter, lebar 2,60 meter dan tinggi 2,45 meter. Kehadiran jembatan tersebut diperkirakan memangkas jarak tempuh hingga 4,1 kilometer dengan estimasi waktu perjalanan sekitar 15 menit. Pembangunan jembatan tersebut memberikan manfaat bagi sekitar 470 kepala keluarga. Masyarakat yang menerima manfaat antara lain anak sekolah, petani, pekebun, hingga pelaku usaha mikro.
Kapolda menegaskan, pembangunan Jembatan Presisi Jenderal Hoegeng merupakan wujud nyata komitmen Polri dalam mengimplementasikan program Presisi, yakni Prediktif, Responsibilitas, Transparansi Berkeadilan. Menurutnya, peran Polri tidak hanya terbatas pada pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga diwujudkan melalui karya nyata yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
“Polri hadir langsung di tengah masyarakat melalui karya nyata pembangunan infrastruktur yang bermanfaat luas,” katanya.
Polda Sulawesi Tengah sendiri telah membangun sembilan jembatan di sejumlah wilayah. Empat jembatan dibangun dari awal, sementara lima lainnya merupakan revitalisasi terhadap jembatan yang telah ada.
Empat jembatan yang dibangun dari awal tersebut yakni Jembatan Silondou di Kabupaten Tolitoli dengan progres 100 persen, Jembatan Kayu di Desa Wani, Kabupaten Sigi dengan progres 100 persen, Jembatan di Desa Bente, Kabupaten Morowali dengan progres 40 persen, serta Jembatan Bale yang pada hari ini diresmikan. Kemudian, lima jembatan yang masuk dalam program revitalisasi meliputi Jembatan Gantung Dusun Gantindai, Kabupaten Poso dengan progres 100 persen, Jembatan Kayu Desa Marowo, Kabupaten Tojo Una-Una dengan progres 100 persen, Jembatan Kayu Desa Koyoan, Kabupaten Banggai dengan progres 100 persen, Jembatan Kayu Desa Lemboroma, Kabupaten Morowali Utara dengan progres 90 persen, serta Jembatan Kayu Desa Torete, Kabupaten Morowali dengan progres 75 persen.

Selain sembilan jembatan tersebut, Polda Sulteng juga mengagendakan pembangunan satu jembatan lainnya di Kabupaten Sigi yang saat ini masih dalam tahap perencanaan. Kapolda berharap seluruh karya nyata Polri tersebut dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh masyarakat dan menjadi kebanggaan bersama. Pada kesempatan tersebut, Kapolda Sulteng secara resmi menyatakan Jembatan Presisi Jenderal Hoegeng Desa Bale, Kecamatan Tanantovea, Kabupaten Donggala, dapat digunakan oleh masyarakat.
“Dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim, pada hari ini, Kamis, 13 Agustus 2026, Jembatan Presisi Jenderal Hoegeng Desa Bale, Kecamatan Tanantovea, Kabupaten Donggala, saya nyatakan secara resmi dapat dipergunakan,” ucap Kapolda saat peresmian sedang berlangsung.
Acara tersebut juga diisi dengan dialog publik, kemudian penandatanganan prasasti, dilanjutkan dengan pengguntingan pita dan ditutup dengan penyerahan bantuan paket sembako kepada perwakilan masyarakat setempat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....