Ekonomi Sulawesi Tengah Triwulan Satu 2026 Tumbuh 8,31 Persen

  • 05 Agt 2026 08:38 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Palu - Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, dr. Reny A. Lamadjido, menuturkan pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tengah menunjukkan tren yang positif. Hal tersebut diungkapkan saat memberi sambutan dalam Rapat Paripurna Rancangan Peubahan KUA-PPAS Tahun Anggaran 2026 di Kantor DPRD Sulawesi Tengah, Selasa 4 Agustus 2026.

Dalam kesempatant tersebut, Reny menyebut ekonomi Sulawesi Tengah triwulan I tahun 2026 tumbuh sebesar 8,31% year-on-year. Capaian ini disebut melampaui pertumbuhan ekonomi Indonesia dan masuk dalam jajaran tertinggi nasional.

"Angka pertumbuhan tersebut berada di atas angka pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,61% year-on-year dan sekaligus menempati popsisi tertinggi ketiga setelah Provinsi Bali dan Nusa Tenggara," ucap Reny.

Pertumbuhan ini disokong oleh sektor industri pengolahan di Kabupaten Morowali dan Morwali Utara. Kehadiran industri ini, ucapnya, menghadirkan lapangan kerja yang dan menyerap sumber daya manusia.

Industri pengolahan juga dinilai turut mendorong kegiatan ekonomi sekaligus memperkuat sektor-sektor pendukung seperti pertambangan, konstruksi, dan perdagangan. Menurut Reny, Kinerja pembangunan ini berhasil terwujud berkat sinergi dari berbagai pihak.

"Industri pengolahan juga turut merangsang kegiatan ekonomi serta terkonsolidasinya sektor-sektor penumpang pertumbuhan ekonomi seperti sektor pertambangan dan penggalian, konstruksi dan perdagangan, serta tidak terlepas dari kinerja pembangunan melibatkan unsur pemerintah daerah, pemerintah pusat, dan investor," tambahnya.

Laju ekonomi ini turut berdampak positif pada penurunan angka kemiskinan daerah berdasarkan data BPS Sulawesi Tengah per September 2025. Meski demikian, Pemprov Sulteng tetap memberi perhatian pada dinamika fluktuasi angka inflasi dan pengangguran terbuka.

Selain pertumbuhan ekonomi dan indikator sosial, Reny juga turut memaparkan pendapatan daerah Provinsi Sulawesi Tengah yang diproyeksikan bertambah sebesar Rp.4,886 triliun. Target ini meningkat sebesar Rp58,930 miliar dari penetapan anggaran sebelumnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....