Sulteng–UEA Sepakat Percepat Investasi, Empat Sektor Jadi Prioritas

  • 04 Agt 2026 12:28 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Palu – Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid bersama Wakil Gubernur dr. Reny Lamadjido menerima kunjungan Duta Besar Uni Emirat Arab (UEA) untuk Indonesia, Abdulla Salem AlDhaheri, di Kantor Gubernur Sulawesi Tengah, Selasa 4 Agustus 2026. Pertemuan tersebut membahas peluang kerja sama investasi sekaligus menegaskan komitmen kedua pihak dalam mendorong masuknya investasi ke Sulawesi Tengah.

Kunjungan itu menjadi langkah awal memperkuat hubungan ekonomi antara Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dan Uni Emirat Arab. Sejumlah sektor strategis dibahas dalam pertemuan, di antaranya pertanian, energi, kelapa sawit, perikanan, pariwisata, mineral, hingga pengembangan energi terbarukan dan infrastruktur pendukung investasi.

Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid mengatakan, kunjungan Duta Besar UEA merupakan momentum penting untuk membuka peluang investasi yang lebih luas di Sulawesi Tengah.

“Alhamdulillah, ini kunjungan yang sangat berarti. Kami melihat keseriusan dari Dubes UEA dalam menjajaki potensi investasi di Sulawesi Tengah. Banyak hal strategis yang telah dibahas, dan insya Allah akan segera kami tindaklanjuti secara konkret,” ujar Gubernur.

Menurutnya, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah membuka ruang seluas-luasnya bagi investor, khususnya dari Uni Emirat Arab, untuk berinvestasi dan berkontribusi dalam pembangunan daerah.

“Kami berharap investasi dari Uni Emirat Arab dapat segera masuk dan memberikan dampak langsung bagi pertumbuhan ekonomi serta kesejahteraan masyarakat Sulawesi Tengah,” tambahnya.

Sementara itu, Duta Besar UEA untuk Indonesia, Abdulla Salem AlDhaheri, menyampaikan bahwa negaranya melihat potensi besar Sulawesi Tengah untuk dikembangkan melalui kerja sama investasi di berbagai sektor.

“Banyak peluang investasi yang dapat dikembangkan bersama. Fokus kami antara lain pada sektor pertanian, energi, kelapa sawit, perikanan, pariwisata, serta mineral,” ungkap Dubes UEA.

Untuk mempercepat realisasi investasi, kedua pihak sepakat membentuk tim bersama atau task force yang akan mengawal sektor-sektor prioritas. Dalam waktu dekat, pertemuan lanjutan di Jakarta akan digelar guna mempresentasikan secara lebih rinci empat sektor utama yang menjadi fokus, yakni mineral, energi terbarukan, perkebunan kelapa sawit, dan perikanan.

“Kami akan membentuk task force untuk fokus pada sektor-sektor prioritas. Ini penting agar peluang investasi dapat ditindaklanjuti secara konkret dan terarah,” tegasnya.

Gubernur Anwar Hafid menambahkan, Sulawesi Tengah tidak hanya memiliki potensi sumber daya alam yang besar, tetapi juga terus memperkuat kesiapan daerah dalam mendukung investasi, termasuk melalui pengembangan energi terbarukan, penyediaan infrastruktur, serta menawarkan peluang pembangunan rumah sakit bertaraf internasional untuk meningkatkan layanan kesehatan di kawasan Indonesia timur.

“Kami terus mendorong transisi energi di kawasan industri serta menyiapkan berbagai kemudahan bagi investor. Ini bagian dari upaya kami menciptakan iklim investasi yang kondusif,” jelasnya.

Pertemuan tersebut ditutup dengan kesepahaman untuk memperkuat kerja sama yang saling menguntungkan. Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah dan Uni Emirat Arab optimistis kolaborasi tersebut akan mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus mempercepat pembangunan daerah melalui realisasi investasi di berbagai sektor strategis.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....