Kemah Pustaka Budaya Kota Palu 2026 Perkuat Literasi dan Cakap Digital Pelajar
- 31 Jul 2026 21:03 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Palu - Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Palu kembali menggelar Kemah Pustaka Budaya 2026 bagi pelajar SMP dan MTs pada 31 Juli hingga 1 Agustus 2026. Kegiatan yang berlangsung di halaman Kantor Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Palu itu diikuti 120 siswa dan 20 guru pendamping dari 10 sekolah.
Kemah Pustaka Budaya mengusung tema "Menumbuhkan Kreativitas dan Cakap Digital di Kalangan Pelajar". Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan budaya literasi sekaligus membentuk pelajar sebagai agen literasi di lingkungan sekolah.
Fungsional Pustakawan Ahli Muda Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kota Palu, Endah Rahmawati, mengatakan Kemah Pustaka Budaya telah menjadi agenda rutin sejak 2017. Menurutnya, program itu dirancang untuk menumbuhkan kegemaran membaca sekaligus mengembangkan kreativitas peserta melalui berbagai aktivitas literasi.
"Kami berharap siswa tidak hanya gemar membaca, tetapi juga menjadi agen literasi bagi teman-temannya. Selain itu, kegiatan ini diarahkan untuk membentuk pelajar yang kreatif dan cakap digital," ujarnya.
Selama dua hari, peserta mengikuti berbagai kegiatan, seperti lomba drama pendek, parade puisi, dan pojok literasi. Tahun ini panitia juga menambah kategori penghargaan berupa sutradara terbaik, aktor terbaik, aktris terbaik, artistik terbaik, dan penulis naskah terbaik.
Endah menjelaskan seluruh rangkaian kegiatan dirancang untuk mendorong peserta aktif berkolaborasi dan mengembangkan kemampuan berpikir kreatif. Menurutnya, pendekatan tersebut menjadi alternatif agar pelajar lebih produktif dalam memanfaatkan teknologi digital.
Ia mengakui partisipasi sekolah masih menjadi tantangan dalam pelaksanaan kegiatan tersebut. Dari 15 sekolah yang diundang, hanya 10 sekolah yang menyatakan kesediaan mengikuti kegiatan.
"Masih ada sekolah yang menyampaikan kendala, seperti keterbatasan anggaran maupun waktu persiapan. Padahal undangan sudah kami sampaikan sekitar satu bulan sebelumnya agar sekolah memiliki waktu mempersiapkan peserta," katanya.
Endah berharap semakin banyak sekolah berpartisipasi pada pelaksanaan Kemah Pustaka Budaya di tahun-tahun mendatang. Ia menilai kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya mengalihkan perhatian pelajar dari penggunaan gawai yang berlebihan menuju aktivitas literasi yang lebih produktif.
"Kami ingin siswa memiliki ruang untuk mengembangkan bakat, meningkatkan literasi, dan memperkuat kecakapan digital. Harapannya, mereka tidak hanya aktif menggunakan gawai, tetapi juga mampu memanfaatkannya untuk menghasilkan karya dan hal-hal yang positif," ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....