Lapas Perempuan Palu Berhasil Sulap Lahan Tidur Jadi Kebun Produktif
- 31 Jul 2026 15:38 WIB
- Palu
RRI.COID, Sigi - Program pembinaan kemandirian berbasis pertanian di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas III Palu kembali menunjukkan hasil positif. Warga binaan berhasil memanen sekitar 50 kilogram jagung pulut dari lahan seluas 1.200 meter persegi yang dikelola sebagai bagian dari program ketahanan pangan, Jumat 31 Juli 2026.
Panen yang berlangsung di lahan pertanian di luar tembok lapas tersebut diikuti langsung oleh Kepala Lapas Perempuan Kelas III Palu, Yoesiana, didampingi Kepala Sub Seksi Pembinaan Ria Patricia, jajaran petugas, serta empat warga binaan yang selama ini terlibat dalam pengelolaan lahan.
Kepala Lapas Perempuan Kelas III Palu, Yoesiana, mengatakan keberhasilan panen menjadi bukti bahwa program pembinaan tidak hanya memberikan aktivitas bagi warga binaan, tetapi juga membekali mereka dengan keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah kembali ke masyarakat.
"Keberhasilan panen ini menjadi bukti bahwa program pembinaan kemandirian yang dilaksanakan mampu memberikan hasil nyata. Warga binaan tidak hanya mendapatkan keterampilan baru, tetapi juga mampu menghasilkan produk pertanian yang mendukung ketahanan pangan," ujar Yoesiana.
Menurutnya, pemanfaatan lahan yang sebelumnya tidak produktif menjadi area pertanian merupakan bagian dari komitmen lapas dalam menghadirkan pembinaan yang berkelanjutan sekaligus mendukung program ketahanan pangan nasional.
"Kegiatan pertanian ini diharapkan dapat menjadi bekal keterampilan bagi warga binaan ketika kembali ke masyarakat. Mereka dapat memiliki kemampuan untuk berkarya secara mandiri dan produktif," tambahnya.
Sementara itu, Kepala Sub Seksi Pembinaan, Ria Patricia, menjelaskan panen kali ini menghasilkan sekitar 250 tongkol jagung ketan atau setara dengan 50 kilogram. Seluruh proses budidaya, mulai dari penanaman, perawatan hingga panen dilakukan langsung oleh warga binaan sebagai bagian dari pembinaan kemandirian.
"Jagung yang dipanen merupakan jenis jagung ketan atau jagung pulut yang ditanam dan dirawat langsung oleh warga binaan. Dari proses pembinaan pertanian ini, hari ini berhasil dipanen sekitar 250 tongkol dengan berat kurang lebih 50 kilogram," jelas Ria.
Ia menambahkan, capaian tersebut merupakan hasil kerja dan perawatan rutin yang dilakukan warga binaan selama mengikuti program pertanian.
Salah seorang warga binaan berinisial IS mengaku bersyukur dapat terlibat dalam program tersebut. Menurutnya, kegiatan pertanian telah memberikan pengalaman baru sekaligus meningkatkan kemampuan bercocok tanam yang dapat menjadi bekal setelah menjalani masa pidana.
"Sekarang kami sudah cukup mahir dalam kegiatan pertanian ini. Ini sudah kedua kalinya kami berhasil memanen jagung dari lahan tidur yang dimanfaatkan untuk mendukung ketahanan pangan," ungkap IS.
Ia berharap program pembinaan pertanian terus dikembangkan karena memberikan manfaat nyata, baik dalam meningkatkan keterampilan maupun membangun rasa percaya diri warga binaan untuk kembali hidup mandiri di tengah masyarakat.
Melalui pembinaan berbasis pertanian ini, Lapas Perempuan Kelas III Palu terus mengoptimalkan pemanfaatan lahan sekaligus memperkuat keterampilan warga binaan agar memiliki bekal produktif saat kembali ke lingkungan sosialnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....