Kemenhaj Sulteng Beri Penghargaan Tiga Daerah Terbaik Penyelenggara Haji 2026

  • 30 Jul 2026 13:52 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Palu - Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah (Kanwil Kemenhaj) Provinsi Sulawesi Tengah memberikan penghargaan kepada tiga kabupaten dengan kinerja terbaik dalam penyelenggaraan ibadah haji tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi. Penghargaan tersebut diserahkan dalam Rapat Evaluasi Penyelenggaraan Ibadah Haji yang digelar di Sriti Convention Hall, Kota Palu, Rabu 29 Juli 2026.

Tiga daerah yang menerima penghargaan yakni Kabupaten Poso sebagai terbaik pertama, Kabupaten Tojo Una-Una terbaik kedua, dan Kabupaten Morowali terbaik ketiga. Ketiganya dinilai memiliki kinerja terbaik dalam berbagai aspek pelayanan penyelenggaraan ibadah haji.

Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umra Provinsi Sulawesi Tengah, H. Muchlis Aseng, mengatakan penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi sekaligus motivasi bagi seluruh pemerintah kabupaten dan kota agar terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada jemaah haji.

"Pada evaluasi ini kami memberikan penghargaan kepada tiga kabupaten terbaik dalam penyelenggaraan haji, yaitu Poso, Tojo Una-Una, dan Morowali," ujarnya.

Muchlis menjelaskan, penilaian dilakukan berdasarkan sejumlah indikator, di antaranya pengurusan dokumen keberangkatan, pelayanan kesehatan, administrasi keuangan, penanganan barang bawaan jemaah, hingga ketertiban selama proses embarkasi.

Menurutnya, aspek kesehatan menjadi salah satu indikator yang sangat menentukan dalam penilaian. Ke depan, pihaknya berencana menjadikan indikator kesehatan sebagai penilaian tersendiri agar kualitas pembinaan kesehatan calon jemaah haji semakin optimal.

"Kriterianya meliputi pengurusan dokumen, kesehatan jemaah, administrasi keuangan, barang bawaan jemaah, hingga ketertiban di embarkasi. Harapannya, tahun depan penilaian Dinas Kesehatan dapat berdiri sendiri," jelasnya.

Ia mengungkapkan, terdapat sejumlah kabupaten dan kota yang sebenarnya memperoleh nilai baik pada aspek administrasi maupun pengelolaan dokumen, namun belum berhasil meraih penghargaan karena nilai pada indikator kesehatan belum memenuhi standar yang ditetapkan.

Salah satu daerah yang menjadi perhatian adalah Kota Palu. Muchlis menyebut dua jemaah haji asal Kota Palu meninggal dunia saat pelaksanaan ibadah haji, sementara dua calon jemaah lainnya harus dipulangkan dari embarkasi karena kondisi kesehatan yang tidak memenuhi syarat keberangkatan.

"Kondisi ini menjadi perhatian kita bersama. Pelayanan kepada jemaah tidak cukup hanya sampai tahap pemeriksaan istitha'ah kesehatan, tetapi harus terus dipantau hingga hari keberangkatan," tegasnya.

Melalui evaluasi tersebut, Kanwil Kemenhaj Sulawesi Tengah berharap koordinasi antara Kementerian Haji dan Umrah, Dinas Kesehatan, pemerintah daerah, serta seluruh pemangku kepentingan semakin diperkuat sehingga kualitas penyelenggaraan ibadah haji di Sulawesi Tengah terus meningkat pada tahun-tahun mendatang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....