BNNP Sulteng: Pencegahan Tetap Jadi Strategi Utama Lawan Narkoba

  • 29 Jul 2026 15:48 WIB
  •  Palu
Poin Utama
  • BNNP Sulawesi Tengah menegaskan pencegahan menjadi strategi utama dalam perang melawan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.
  • Kepala Bidang Pemberantasan dan Intelijen BNNP Sulawesi Tengah, Kombes Pol Baharuddin, mengatakan kebijakan BNN tidak semata-mata berfokus pada penegakan hukum tetapi juga pemberdayaan masyarakat.
  • Korban penyalahgunaan narkoba harus dipandang sebagai pihak yang perlu diselamatkan melalui pendekatan rehabilitasi, bukan hanya penindakan tegas terhadap bandar dan sindikat narkoba.

RRI.CO.ID, Palu - Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulawesi Tengah menegaskan, pencegahan tetap menjadi strategi utama dalam upaya memerangi penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika. Meski mendukung penindakan tegas terhadap bandar dan sindikat narkoba, BNNP mengedepankan pendekatan preventif melalui pencegahan, pemberdayaan masyarakat, dan rehabilitasi bagi penyalahguna.

Kepala Bidang Pemberantasan dan Intelijen BNNP Sulawesi Tengah, Kombes Pol Baharuddin, mengatakan kebijakan BNN tidak semata-mata berfokus pada penegakan hukum. Menurutnya, korban penyalahgunaan narkoba harus dipandang sebagai pihak yang perlu diselamatkan.

"Kebijakan kami yang pertama itu soft, kemudian pencegahan, pemberdayaan, serta rehabilitasi itu yang dikedepankan, jadi pendekatan hukum itu belakangan," ujar Baharuddin saat diwawancarai RRI, Senin 27 Juli 2026.

Ia menjelaskan, banyak penyalahguna narkoba merupakan masyarakat yang awalnya hanya mencoba karena pengaruh lingkungan atau teman sebaya, hingga akhirnya mengalami ketergantungan. Karena itu, mereka membutuhkan pendekatan yang humanis dan pemulihan, bukan semata-mata hukuman pidana.

"Mereka harus pendekatannya soft power approach, kekeluargaan, humanis, hingga diberikan sosialisasi," katanya.

Selain itu, Baharuddin menegaskan penegakan hukum tetap dilakukan secara tegas terhadap bandar, kurir, dan sindikat narkoba yang sengaja mencari keuntungan dari bisnis haram tersebut. Menurutnya, kelompok inilah yang menjadi sasaran utama tindakan hukum karena telah merusak masa depan generasi muda dan mengancam kehidupan masyarakat.

Ia pun berharap, keterlibatan seluruh elemen masyarakat dalam upaya pencegahan dapat terus diperkuat. Menurutnya, keberhasilan pemberantasan narkoba juga membutuhkan peran keluarga, sekolah, lingkungan, dan masyarakat, untuk membangun ketahanan terhadap ancaman penyalahgunaan narkotika. (KA)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....