Kemenag Sulteng Tekankan Implementasi Kurikulum Madrasah Berbasis Cinta
- 28 Jul 2026 11:25 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Palu - Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tengah, Junaidin, menegaskan bahwa implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) harus diwujudkan melalui praktik pembelajaran yang menghadirkan nilai kasih sayang, keteladanan, dan penghormatan terhadap peserta didik. Hal tersebut disampaikan saat membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta yang dirangkaikan dengan pembinaan Aparatur Sipil Negara (ASN) di MTs Negeri 3 Kota Palu, Senin 27 Juli 2026.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari itu diikuti 53 guru dan tenaga kependidikan ASN sebagai bagian dari penguatan implementasi Kurikulum Berbasis Cinta di lingkungan madrasah.
Dalam sambutannya, Junaidin menjelaskan bahwa Kurikulum Berbasis Cinta bukan sekadar berbicara tentang emosi atau perasaan, tetapi menjadi landasan etis dalam membangun hubungan dengan Allah SWT, sesama manusia, lingkungan, serta bangsa dan negara.
"Hari ini kita berbicara tentang cinta. Cinta yang kita maksud bukan sekadar ungkapan emosi atau perasaan, melainkan landasan etis dalam membangun hubungan dengan Allah SWT, sesama manusia, lingkungan, serta bangsa dan negara," ujarnya.
Menurutnya, Kurikulum Berbasis Cinta kini telah memasuki tahap implementasi sehingga seluruh insan madrasah dituntut menghadirkan nilai-nilai tersebut dalam setiap proses pembelajaran.
"Kalau sudah berbicara implementasi, berarti bukan lagi sosialisasi. Implementasi harus diwujudkan melalui tindakan nyata di ruang kelas. Objek utama kita adalah peserta didik," tegasnya.
Pada kesempatan itu, Junaidin juga menegaskan bahwa guru memiliki peran yang lebih luas dibanding sekadar menyampaikan materi pelajaran.
"Guru bukan hanya sebagai pengajar, tetapi harus menjadi murabbi, yakni pendidik yang membimbing, membina, merawat, dan memberikan keteladanan kepada peserta didik," katanya.
Ia mengingatkan bahwa pendekatan pendidikan yang menimbulkan rasa takut sudah tidak lagi relevan. Sebaliknya, proses pembelajaran harus mampu menciptakan suasana yang aman, nyaman, dan menyenangkan agar peserta didik tumbuh dengan kecintaan terhadap ilmu pengetahuan.
"Jangan membangun proses belajar dengan rasa takut. Sambut peserta didik dengan penuh kasih sayang, ajarkan ilmu dengan penuh ketulusan sehingga mereka mencintai ilmu, mencintai madrasah, dan mencintai nilai-nilai kebaikan," ujarnya.
Di sela kegiatan, Junaidin juga meninjau pembangunan Masjid MTsN 3 Kota Palu yang dibangun secara swadaya oleh ASN madrasah. Ia menyatakan akan mengupayakan percepatan penyelesaian pembangunan agar masjid tersebut segera dapat dimanfaatkan sebagai sarana ibadah dan pembinaan karakter peserta didik.
Sementara itu, Kepala MTsN 3 Kota Palu, Hj. Rahma M. Naser, mengatakan Kurikulum Berbasis Cinta merupakan pendekatan pendidikan yang menempatkan kasih sayang sebagai fondasi utama pembentukan karakter peserta didik.
"Dengan cinta, guru tidak hanya mengajar, tetapi juga menjadi teladan yang menghidupkan pembelajaran sehingga murid dapat merasakan makna belajar," ujarnya.
Rahma berharap Bimtek tersebut dapat meningkatkan kompetensi guru dalam mengimplementasikan Kurikulum Berbasis Cinta sekaligus mewujudkan lingkungan madrasah yang aman, nyaman, dan berkarakter.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....