Kabiro Kesra Sulteng Ajak Pelajar Lestarikan Nilai Pancasila dan Budaya Lokal

  • 28 Jul 2026 08:12 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Palu - Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Provinsi Sulawesi Tengah, Drs. Rustam Arifuddin, M.Si., menegaskan pentingnya penguatan pendidikan karakter berbasis nilai-nilai Pancasila dan kearifan lokal sebagai fondasi dalam membentuk generasi muda yang berakhlak, berbudaya, dan memiliki jati diri yang kuat.

Hal tersebut disampaikannya saat menjadi narasumber pada kegiatan sosialisasi "Penanaman Nilai-Nilai Pancasila dan Penguatan Pendidikan Karakter Berbasis Kearifan Lokal untuk Sulteng Nambaso" yang digelar Badan Musyawarah Adat (BMA) Provinsi Sulawesi Tengah di Aula MTs Negeri 2 Kota Palu, Senin 27 Juli 2026.

Menurut Rustam Arifuddin, pembangunan sumber daya manusia tidak hanya diukur dari aspek akademik, tetapi juga harus diimbangi dengan pembentukan karakter yang berlandaskan nilai agama, Pancasila, serta budaya lokal.

"Penguatan karakter menjadi kunci dalam menyiapkan generasi yang mampu menghadapi tantangan zaman tanpa kehilangan identitas sebagai bangsa Indonesia. Nilai-nilai Pancasila dan kearifan lokal harus menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari peserta didik," ujarnya.

Ia mengatakan, sekolah memiliki peran strategis dalam menanamkan nilai-nilai kebangsaan sejak dini melalui sinergi antara dunia pendidikan, pemerintah, dan lembaga adat. Kolaborasi tersebut dinilai mampu memperkuat karakter peserta didik agar tumbuh menjadi generasi yang cerdas, berintegritas, serta tetap menjunjung tinggi budaya daerah.

Rustam juga mengapresiasi inisiatif Badan Musyawarah Adat Provinsi Sulawesi Tengah yang menghadirkan program BMA Masuk Sekolah sebagai wadah memperkenalkan nilai-nilai budaya lokal kepada generasi muda.

"Kearifan lokal merupakan identitas yang harus terus dijaga dan diwariskan. Dengan mengenal budaya sendiri, anak-anak akan memiliki rasa bangga terhadap daerahnya sekaligus mampu menyaring pengaruh negatif perkembangan global," katanya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi Sulawesi Tengah Dr. Rachman Ansyari, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Palu Dr. H. Ahmad Hasni, Ketua Umum Badan Musyawarah Adat Sulawesi Tengah Dr. Drs. Mulyadin Malik Tandagimpu, Ketua Harian BMA Sulawesi Tengah Dr. H. M. Agus Rahmat Lamakarate, Ketua Forum Komunikasi Pemangku Adat (FKPA) Provinsi Sulawesi Tengah Drs. H. Husen Habibu, Maestro Budayawan Sulawesi Tengah Dr. H. Suaib Djafar, Ketua PGRI Kota Palu Sam Zaini, Kepala MTs Negeri 2 Kota Palu Hj. Munira, beserta guru, tenaga kependidikan, wali murid, dan peserta didik.

Selain Rustam Arifuddin, kegiatan juga menghadirkan sejumlah narasumber yang membahas pentingnya penguatan nilai-nilai Pancasila, pelestarian budaya, serta pendidikan karakter sebagai bekal generasi muda menghadapi perkembangan zaman.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah berharap sinergi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan lembaga adat terus diperkuat sehingga penguatan karakter berbasis Pancasila, agama, dan kearifan lokal dapat menjadi gerakan bersama dalam mewujudkan generasi Sulteng Nambaso yang unggul, berbudaya, dan berakhlak mulia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....