FDL 2026 Putar Uang Hampir Rp2 Miliar, Ekonomi Warga Sigi Bergeliat

  • 27 Jul 2026 14:06 WIB
  •  Palu
Poin Utama
  • Festival Danau Lindu 2026 menghasilkan perputaran ekonomi mencapai hampir Rp2 miliar selama pelaksanaan festival.
  • Jumlah pengunjung festival tercatat lebih dari 42 ribu orang yang berkunjung ke kawasan Danau Lindu.
  • Ribuan pelaku usaha dan warga lokal merasakan manfaat langsung dari peningkatan transaksi ekonomi di kawasan Danau Lindu.

RRI.CO.ID, Sigi - Festival Danau Lindu 2026 tidak hanya menjadi pelestarian budaya, tapi juga terbukti memberikan dampak nyata terhadap perekonomian masyarakat. Selama pelaksanaan festival, perputaran uang diperkirakan mencapai hampir Rp2 miliar dengan ribuan pelaku usaha dan warga lokal merasakan manfaat langsung.

Wakil Bupati Sigi, Samuel Yansen Pongi, mengatakan jumlah pengunjung tercatat mencapai lebih dari 42 ribu orang. Hal ini, menurutnya, menjadi faktor utama meningkatnya transaksi ekonomi di kawasan Danau Lindu hingga mencapai kurang lebih Rp2 miliar.

"Jadi kita perkirakan kurang lebih Rp2 miliar uang berputar saat itu untuk pelaku-pelaku UMKM," ujar Samuel, dalam perbincangan Bersama RRI Senin, 27 Juli 2026.

Menurutnya, manfaat ekonomi paling besar dirasakan masyarakat di Kecamatan Lindu. Selain pelaku UMKM, warga juga memperoleh tambahan pendapatan dari penyediaan lahan parkir, penyewaan halaman rumah, hingga berbagai usaha kuliner yang bermunculan selama festival berlangsung.

"Halaman parkir penuh kendaraan, UMKM hidup sepanjang jalan, sehingga manfaat ekonominya benar-benar dirasakan masyarakat," kata Samuel.

Ia juga menambahkan, pemerintah daerah sengaja memberikan ruang bagi masyarakat untuk mengelola peluang ekonomi tersebut. Hal tersebut agar dampak festival dapat dirasakan secara langsung oleh warga, bukan hanya menjadi seremonial tahunan.

Sementara di kesempatan yang sama, Pengamat Ekonomi Sulteng, Hasanuddin Atjo, menilai festival budaya memiliki potensi besar sebagai penggerak ekonomi daerah. Itu terwujud apabila didukung pembangunan infrastruktur, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta promosi digital yang terintegrasi.

"Yang penting kita diskusikan bagaimana dampaknya lebih besar kepada masyarakat, serta kita harus membangun infrastruktur, sumber daya manusia, dan informasi digital," ujar Hasanuddin.

Ia pun mendorong agar Festival Danau Lindu menjadi agenda yang terintegrasi dengan program pemerintah provinsi dan nasional. Sehingga, mampu menarik kunjungan wisatawan secara berkelanjutan dan memperkuat posisi Kabupaten Sigi sebagai destinasi wisata unggulan di Sulawesi Tengah. (KA)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....