Edukasi HIV/AIDS Jadi Bagian Pembinaan Warga Binaan di Lapas Perempuan Palu

  • 26 Jul 2026 13:43 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Sigi - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas III Palu berkolaborasi dengan Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Pembangunan Palu menggelar sosialisasi pencegahan HIV/AIDS bagi warga binaan melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Angkatan XXVI Tahun 2026, Sabtu 25 Juli 2026.

Kegiatan yang berlangsung di Aula Lapas Perempuan Kelas III Palu tersebut dibuka Kepala Lapas Perempuan Kelas III Palu, Yoesiana. Hadir dalam kegiatan itu Kepala Subseksi Pembinaan Ria Patricia, Dosen Pembimbing Lapangan Fachrul Reza, mahasiswa KKN STIA Pembangunan Palu, serta warga binaan sebagai peserta.

Dalam sambutannya, Yoesiana menegaskan bahwa edukasi kesehatan merupakan bagian penting dari proses pembinaan warga binaan. Menurutnya, pembinaan tidak hanya berfokus pada pembentukan kepribadian dan kemandirian, tetapi juga meningkatkan kesadaran untuk menjaga kesehatan.

"Kesehatan merupakan hak setiap orang, termasuk warga binaan. Melalui kegiatan sosialisasi ini, kami berharap warga binaan memperoleh informasi yang benar mengenai HIV/AIDS, mampu menjaga kesehatan diri, serta memahami pentingnya menghilangkan stigma dan diskriminasi terhadap Orang dengan HIV," ujar Yoesiana.

Ia menambahkan, masa pembinaan harus dimanfaatkan sebagai kesempatan untuk belajar dan memperbaiki diri agar warga binaan memiliki bekal ketika kembali ke tengah keluarga dan masyarakat. "Kami berharap ilmu yang diperoleh hari ini dapat menjadi bekal bagi warga binaan untuk menjalani kehidupan yang lebih sehat, lebih bertanggung jawab, serta menjadi pribadi yang lebih baik setelah kembali ke lingkungan masyarakat," tambahnya.

Materi mengenai HIV/AIDS disampaikan oleh tenaga kesehatan Lapas Perempuan Kelas III Palu, Ester Carolina. Ia memaparkan pemahaman dasar tentang HIV dan AIDS, cara penularan, langkah pencegahan, pentingnya pemeriksaan HIV, hingga upaya menjaga kesehatan diri.

"Melalui kegiatan sosialisasi ini, kami berharap warga binaan dapat memahami HIV/AIDS dengan benar, mengetahui cara pencegahannya, serta tidak memberikan stigma kepada orang dengan HIV. Pengetahuan yang baik akan membantu seseorang mengambil keputusan yang tepat dalam menjaga kesehatan diri dan lingkungan sekitar," jelas Ester.

Selain materi kesehatan, mahasiswa KKN STIA Pembangunan Palu turut memberikan edukasi bertema "Bersama Menjadi Perempuan yang Menginspirasi Perubahan." Margareta selaku pemateri menyampaikan bahwa setiap orang memiliki kesempatan untuk berubah menjadi lebih baik melalui pengetahuan dan kepedulian terhadap kesehatan.

"Kami ingin menyampaikan bahwa setiap orang memiliki kesempatan untuk menjadi lebih baik. Menjaga kesehatan bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga merupakan bentuk kasih sayang kepada keluarga dan orang-orang yang kita cintai. Melalui pengetahuan yang benar, kita dapat menjadi bagian dari perubahan positif di lingkungan sekitar," katanya.

Kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi diskusi dan kuis edukatif. Warga binaan terlihat antusias mengikuti materi dengan aktif mengajukan pertanyaan dan menjawab kuis yang diberikan narasumber. Panitia juga memberikan hadiah sederhana kepada peserta yang aktif sebagai bentuk apresiasi sekaligus motivasi untuk terus belajar.

Salah seorang warga binaan berinisial WD mengaku kegiatan tersebut memberikan wawasan baru mengenai HIV/AIDS. Menurutnya, informasi yang diperoleh membantu peserta memahami pentingnya menjaga kesehatan sekaligus menghilangkan stigma terhadap Orang dengan HIV.

"Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi kami. Kami mendapatkan informasi yang sebelumnya belum kami pahami dengan baik, terutama tentang bagaimana menjaga kesehatan dan pentingnya tidak memberikan stigma kepada orang dengan HIV. Semoga kegiatan seperti ini dapat terus dilakukan karena memberikan motivasi dan pengetahuan bagi kami," ungkap WD.

Melalui kolaborasi ini, Lapas Perempuan Kelas III Palu dan STIA Pembangunan Palu berharap edukasi kesehatan bagi warga binaan dapat terus berlanjut sebagai bagian dari proses pembinaan, sehingga warga binaan memiliki bekal pengetahuan, kepercayaan diri, serta kesiapan untuk kembali berperan positif di tengah keluarga dan masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....