Perkuat Regenerasi Bibit Rotan, ITB Kenalkan Smart-Nursery Backpack di Donggala

  • 25 Jul 2026 15:10 WIB
  •  Palu
Poin Utama
  • Institut Teknologi Bandung meluncurkan program ITB Smart-Nursery Backpack yang menghadirkan teknologi persemaian portabel untuk masyarakat Desa Nupabomba, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, pada Jumat, 23 Juli 2026.
  • Program ini dirancang untuk mengatasi rendahnya tingkat keberhasilan hidup bibit rotan pada fase perkecambahan hingga pertumbuhan awal dengan memberikan dukungan teknologi yang terkontrol dan aman.
  • Inovasi tersebut menggunakan pendekatan Hutan ke Rumah berbasis masyarakat untuk memperkuat regenerasi bibit rotan berkelanjutan dan membuat proses pembibitan berlangsung lebih efektif setiap harinya.

RRI.CO.ID, Palu - Institut Teknologi Bandung mengenalkan program ITB Smart-Nursery Backpack bagi masyarakat Desa Nupabomba, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah, Jumat, 23 Juli 2026. Program tersebut menghadirkan teknologi persemaian portabel, guna memperkuat regenerasi bibit rotan berkelanjutan melalui pendekatan Hutan ke Rumah berbasis masyarakat.

Inovasi tersebut dikembangkan, untuk menjawab rendahnya tingkat keberhasilan hidup bibit rotan pada fase perkecambahan hingga pertumbuhan awal di alam. Melalui program tersebut, masyarakat memperoleh dukungan teknologi agar proses pembibitan berlangsung lebih terkontrol, aman, dan berkelanjutan setiap harinya.

ITB Smart-Nursery Backpack berbentuk ransel portabel yang mampu menampung 50-100 bibit rotan dalam setiap unitnya. Perangkat tersebut dilengkapi penyiraman otomatis, lampu ultraviolet, sensor kelembapan, serta pelindung hama yang mendukung pertumbuhan bibit secara optimal.

Program ini memungkinkan masyarakat merawat bibit rotan langsung dari rumah menggunakan sistem kendali berbasis telepon pintar modern. Pendekatan tersebut diharapkan meningkatkan peluang hidup bibit selama tiga bulan awal, sebelum dikembalikan menuju kawasan hutan secara bertahap.

Selain menghadirkan teknologi, program tersebut mengedepankan kolaborasi bersama Lembaga Pengelola Hutan Desa Nupabomba dan komunitas petani rotan setempat. Kolaborasi itu memperkuat keterlibatan masyarakat dalam konservasi hutan, sekaligus mendukung pengembangan ekonomi lokal berbasis hasil hutan bukan kayu.

Keterlibatan pelaku industri kecil menengah turut mendukung proses alih pengetahuan dari petani menuju mitra usaha secara berkelanjutan. Sinergi tersebut diharapkan menciptakan ekosistem pembinaan rotan yang terhubung, mulai proses pembibitan hingga pengembangan produk bernilai ekonomi tinggi.

Program yang diimplementasikan pada 24 Juli 2026 tersebut, diharapkan menjadi model persemaian rotan berkelanjutan untuk berbagai daerah penghasil nasional. Melalui inovasi teknologi dan pemberdayaan masyarakat, program tersebut berpeluang memperkuat pelestarian hutan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar. (DL)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....