Guru PAI SMA se-Kota Palu Perkuat Kompetensi, Integrasikan AI dalam Pembelajaran

  • 23 Jul 2026 03:59 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Palu - Puluhan guru Pendidikan Agama Islam (PAI) tingkat SMA negeri dan swasta se-Kota Palu mengikuti In House Training (IHT) bertajuk "Mengajar dengan Hati, Mendidik dengan Cinta" di Aula Kantor Kementerian Agama Kota Palu, Rabu 22 Juli 2026.

Kegiatan yang diinisiasi SMA Negeri 2 Palu ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kompetensi guru dalam mengimplementasikan Capaian Pembelajaran–Tujuan Pembelajaran (CP-TP) PAI Tahun 2026 sekaligus memperkuat pemanfaatan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) dalam proses pembelajaran.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Palu, Ahmad Hasni, yang membuka kegiatan tersebut menegaskan bahwa guru PAI dituntut mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi tanpa meninggalkan nilai-nilai keteladanan. Menurutnya, kemajuan teknologi harus dimanfaatkan sebagai sarana untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, sementara pendekatan emosional dan kasih sayang tetap menjadi fondasi utama dalam mendidik peserta didik.

"Dunia sekarang berkembang begitu cepat sehingga guru PAI harus mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan teknologi. Namun ketika mengajar, anggaplah peserta didik seperti anak kita sendiri agar kita benar-benar mengajar dengan hati. Guru agama juga memiliki tanggung jawab lebih untuk menjadi teladan di lingkungan sekolah," ujar Ahmad Hasni.

Dalam kesempatan itu, Ahmad Hasni juga menyoroti pentingnya peningkatan kompetensi dasar guru PAI, khususnya kemampuan membaca dan menulis Al-Qur'an. Ia berharap seluruh guru PAI terus meningkatkan kualitas diri agar mampu menjadi contoh sekaligus pembimbing yang baik bagi peserta didik.

Hal senada disampaikan Ketua Kelompok Kerja Pengawas (Pokjawas) PAI Kota Palu, Muhammad Asri. Ia menegaskan bahwa kompetensi membaca Al-Qur'an merupakan kemampuan mendasar yang wajib dimiliki setiap guru PAI. Menurutnya, kualitas guru tidak hanya diukur dari metode mengajar, tetapi juga dari keteladanan dan kehadiran hati dalam proses pendidikan.

"Guru itu lebih penting daripada metode. Jiwa dan hati guru yang hadir jauh lebih bermakna dibanding sekadar kehadiran fisiknya. Karena itu, seorang guru PAI harus terus meningkatkan kompetensi, termasuk kemampuan membaca Al-Qur'an," tegasnya.

Pelatihan menghadirkan sejumlah narasumber dari Kementerian Agama dan praktisi pendidikan. Materi yang diberikan meliputi penguatan deep learning, implementasi CP-TP PAI Tahun 2026, hingga pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI) dalam mendukung pembelajaran yang lebih kreatif, efektif, dan relevan dengan perkembangan zaman. Kegiatan ini turut dihadiri Kepala Seksi Pendidikan Islam Kemenag Kota Palu, Satar S. Laupo.

Ketua MGMP PAI SMA se-Kota Palu, Amiruddin, mengapresiasi dukungan Kementerian Agama Kota Palu dan seluruh panitia sehingga kegiatan dapat terselenggara dengan baik. Ia berharap ilmu yang diperoleh selama pelatihan dapat diterapkan langsung di ruang kelas untuk meningkatkan kualitas pembelajaran Pendidikan Agama Islam.

Melalui kegiatan ini, guru PAI diharapkan mampu mengintegrasikan teknologi dalam proses belajar mengajar tanpa mengabaikan nilai-nilai spiritual, sehingga mampu melahirkan peserta didik yang cerdas, berkarakter, serta memiliki fondasi keagamaan yang kuat di tengah perkembangan era digital.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....