Polisi Gandeng Tokoh Masyarakat Redam Potensi Konflik Pascainsiden Nunu dan Anoa
- 23 Jul 2026 04:07 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Palu - Kepolisian mengedepankan pendekatan persuasif dengan melibatkan tokoh masyarakat, tokoh agama, dan tokoh adat guna menjaga kondusivitas pascainsiden penganiayaan terhadap seorang petugas keamanan di Perumahan Regency Palu.
Kapolsek Palu Selatan AKP Kasim Bohari mengatakan, atas arahan Kapolresta Palu, perwakilan masyarakat dari Kelurahan Nunu dan Kelurahan Anoa langsung dipertemukan di Mapolsek Palu Selatan pada malam kejadian.
Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak sepakat menyelesaikan persoalan secara damai dan mengimbau masyarakat di masing-masing wilayah agar tidak terpancing provokasi yang berpotensi memicu konflik lebih luas.
"Kedua tokoh masyarakat sudah kami pertemukan dan mereka sepakat menghimbau masyarakat agar tidak mudah terpancing provokasi," ujar AKP Kasim Bohari dalam konferensi pers yang digelar Rabu 22 Juli 2026.
Selain mediasi, kepolisian juga menerjunkan personel gabungan dari Polsek Palu Selatan, Polresta Palu, dan Subsektor Tatanga untuk menjaga sejumlah titik perbatasan, termasuk kawasan Jembatan Lalove, sejak malam kejadian hingga Rabu.
Pengamanan dilakukan sebagai langkah antisipasi agar tidak terjadi pertemuan antarkelompok yang dapat memicu gangguan keamanan. Menurut AKP Kasim, hingga kini situasi di kedua wilayah tetap aman dan aktivitas masyarakat berjalan normal.
Ia menambahkan, hubungan kekerabatan yang masih erat antara warga Nunu dan Anoa menjadi modal penting dalam meredam ketegangan yang sempat muncul setelah insiden tersebut.
"Nunu dan Anoa ini masih satu rumpun. Karena itu kami berharap masyarakat terus menjaga persaudaraan dan mempercayakan penyelesaian kasus ini kepada kepolisian," pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....