UNTAD Kenalkan Kamus Trilingual, Lestarikan Bahasa Pamona
- 24 Jul 2026 09:39 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Palu - Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tadulako (UNTAD) memperkenalkan Kamus Tematik Trilingual kepada guru dan siswa SDN Bancea, Kabupaten Poso. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pelestarian Bahasa Pamona sekaligus mendukung kesiapan sekolah dasar menghadapi pembelajaran Bahasa Inggris yang akan kembali diterapkan sebagai mata pelajaran wajib.
Sosialisasi yang digelar di SDN Bancea disambut antusias oleh kepala sekolah, dewan guru, dan para siswa. Selama kegiatan berlangsung, peserta mengikuti pengenalan Kamus Tematik Trilingual serta simulasi pembelajaran interaktif yang dirancang untuk memudahkan siswa mengenal kosakata dalam tiga bahasa.
Kamus Tematik Trilingual memuat lebih dari 150 kosakata bergambar yang disajikan dalam Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Bahasa Pamona. Media pembelajaran ini dikembangkan sebagai sarana untuk memperkuat literasi bahasa siswa sekaligus menjaga keberlangsungan penggunaan Bahasa Pamona di kalangan generasi muda.
Dosen Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP Universitas Tadulako, Desrin Lebagi, M.Pd mengatakan kamus tersebut merupakan inovasi pembelajaran yang memadukan pelestarian bahasa daerah dengan penguatan kompetensi bahasa asing bagi siswa sekolah dasar.
"Bahasa Pamona tetap dikenalkan sebagai identitas budaya lokal, sementara Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris menjadi bekal mereka untuk menghadapi perkembangan pendidikan di masa depan. Dengan cara ini, siswa dapat belajar bahasa asing tanpa kehilangan akar budaya yang mereka miliki," ujar Desrin.
Ia menambahkan, penggunaan media pembelajaran berbasis tiga bahasa diharapkan dapat membantu guru menciptakan suasana belajar yang lebih menarik sekaligus memudahkan siswa memahami kosakata secara bertahap.
"Kami berharap Kamus Tematik Trilingual ini dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan, tidak hanya di SDN Bancea tetapi juga di sekolah-sekolah lain di Kabupaten Poso dan Sulawesi Tengah. Kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah seperti ini diharapkan mampu mendukung implementasi kurikulum sekaligus menjaga kelestarian bahasa daerah," tambahnya.
Pihak SDN Bancea menyambut baik kehadiran Kamus Tematik Trilingual tersebut. Media ajar ini dinilai dapat membantu guru menyusun metode pembelajaran yang lebih interaktif sekaligus mempermudah siswa beradaptasi dengan pembelajaran Bahasa Inggris tanpa mengesampingkan penggunaan Bahasa Pamona sebagai bagian dari identitas budaya lokal.
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini terlaksana berkat dukungan pendanaan DIPA Fakultas Universitas Tadulako Tahun Anggaran 2026. Melalui sinergi antara perguruan tinggi, guru, dan siswa, program ini diharapkan menjadi contoh penerapan pembelajaran berbasis kearifan lokal yang mampu menjawab kebutuhan pendidikan sekaligus menjaga warisan budaya daerah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....