Operasi SAR Nelayan Hilang di Banggai Laut Ditutup setelah Lima Hari Pencarian
- 18 Jul 2026 06:57 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Banggai Laut - Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu secara resmi menghentikan Operasi SAR terhadap seorang nelayan yang dilaporkan hilang kontak di Perairan Desa Kasuari, Kabupaten Banggai Laut. Keputusan penghentian operasi diambil pada Kamis 16 Juli 2026 setelah pencarian intensif selama lima hari belum membuahkan hasil.
Kepala Pencarian dan Pertolongan Palu, Muh. Rizal, dalam keterangannya menuturkan pada hari kelima pencarian, Tim SAR Gabungan dibagi menjadi dua Search and Unit Rescue (SRU) dengan cakupan pencarian hingga radius 35 nauctical mile (Nm) dari lokasi kejadian. Sebelum operasi digelar, berbagai persiapan dilakukan oleh seluruh unsur potensi.
"Tim SAR Gabungan mengawali kegiatan dengan briefing guna memastikan kesiapan personel, peralatan, serta pembagian tugas sesuai Standar Operasional Prosedur atau SOP Basarnas," tutur Muh. Rizal.
Selama operasi pencarian, Muh. Rizal menuturkan tim yang dikerahkan menghadapi beberapa kendala. Mulai dari area pencarian yang cukup luas, kondisi cuaca yang berubah-ubah, hingga pengaruh arus dan angin di perairan.
"Seluruh unsur SAR gabungan tetap melaksanakan pencarian secara maksimal dengan mengutamakan keselamatan personel sesuai prosedur operasi," lanjutnya.
Setelah seluruh upaya pencarian dilaksanakan dan tidak ditemukan tanda-tanda keberadaan korban, pada pukul 17.00 wita Tim SAR Gabungan bersama pihak keluarga serta pemerintah desa menggelar musyawarah. Berdasarkan hasil kesepakatan bersama, Operasi SAR dinyatakan dihentikan dan memasuki tahap pemantauan.
Muh. Rizal memastikan operasi pencarian akan kembali dibuka sesuai dengan prosedur yang berlaku apabila ditemukan tanda-tanda keberadaan korban. Seluruh unsur potensi yang terlibat juga telah dikembalikan ke satuan masing-masing seiring dengan berakhirnya pencarian ini.
Berdasarkan laporan yang diterima Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu. korban bernama Wiranto (28) dilaporkan tidak kembali dari memancing pada Sabtu 11 Juli 2026, setelah berangkat bersama rekannya pada pagi hari. , cuaca mulai memburuk pada pukul 12.00 WITA, namun korban memilih tetap melanjutkan aktivitas.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....