Untad Siap Menggelar PKKMB, Rektor Tegaskan Tidak Ada Perploncoan
- 16 Jul 2026 06:38 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Palu - Universitas Tadulako (Untad) terus memantapkan persiapan pelaksanaan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Tahun 2026 melalui kegiatan Training of Trainers (ToT) bagi dosen pemateri, host, dan co-host. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 14–15 Juli 2026, menjadi bagian dari upaya menyamakan persepsi sekaligus meningkatkan kualitas penyelenggaraan PKKMB agar mampu memberikan pengalaman belajar yang edukatif, inspiratif, dan berorientasi pada pembentukan karakter mahasiswa baru. Kegiatan tersebut diikuti para dosen yang akan menjadi pemateri PKKMB, host, dan co-host dari berbagai fakultas di lingkungan Untad.
Selain membahas materi yang akan disampaikan kepada mahasiswa baru, peserta juga mendapatkan pembekalan mengenai teknik penyampaian materi, komunikasi publik, pengelolaan kelas, hingga strategi membangun interaksi yang positif selama pelaksanaan PKKMB. Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Untad, Dr. Ir. Sagaf, M.P., Rabu, 15 Juli 2026, menegaskan bahwa ToT merupakan tahapan penting untuk memastikan seluruh pemateri memiliki pemahaman yang sama terhadap arah pelaksanaan PKKMB Tahun 2026. Menurutnya, PKKMB bukan sekadar kegiatan penyambutan mahasiswa baru, tetapi menjadi momentum awal dalam membentuk karakter, menanamkan nilai-nilai akademik, serta memperkenalkan budaya kampus yang akan menjadi bekal mahasiswa selama menempuh pendidikan di Untad. Ditambahkan Training of Trainers dilaksanakan agar seluruh dosen pemateri, host, dan co-host memiliki persepsi yang sama mengenai tujuan PKKMB.
“Kami ingin setiap materi yang disampaikan tidak hanya informatif, tetapi juga mampu menginspirasi mahasiswa baru untuk membangun karakter, integritas, kepemimpinan, serta semangat berprestasi sejak hari pertama mereka menjadi bagian dari Universitas Tadulako," ujar Dr. Sagaf.
Ia menjelaskan, seluruh rangkaian PKKMB tahun ini dirancang lebih interaktif dengan mengedepankan pendekatan edukatif, humanis, dan bebas dari segala bentuk kekerasan maupun perundungan. Karena itu, peran para fasilitator menjadi sangat penting dalam menciptakan suasana belajar yang nyaman sekaligus mampu menumbuhkan rasa bangga mahasiswa terhadap almamaternya.

Sementara itu, Rektor Untad, Prof. Dr. Ir. Amar, S.T., M.T., IPU., ASEAN Eng., dalam arahannya menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan tinggi tidak hanya ditentukan oleh penguasaan ilmu pengetahuan, tetapi juga oleh kualitas karakter yang dimiliki mahasiswa. Menurutnya, karakter menjadi fondasi utama dalam membentuk lulusan yang mampu bersaing sekaligus memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.
"Pendidikan karakter adalah prioritas utama. Sekitar 85 persen keberhasilan seseorang ditentukan oleh karakter, sedangkan kemampuan keilmuan berkontribusi sekitar 15 persen. Karena itu, PKKMB harus menjadi ruang pertama untuk membangun karakter mahasiswa sejak mereka memasuki dunia perguruan tinggi," tegas Prof. Amar.
Rektor juga mengingatkan seluruh dosen pemateri agar menjadi teladan bagi mahasiswa baru. Ia menilai keteladanan dalam bersikap, berkomunikasi, menjaga disiplin, serta menjunjung tinggi integritas akan memberikan pengaruh yang jauh lebih besar dibandingkan penyampaian materi secara teoritis. Selain itu, pelaksanaan PKKMB Tahun 2026 dipastikan mengedepankan prinsip kampus yang aman, inklusif, dan humanis.
“Seluruh rangkaian kegiatan harus bebas dari praktik perpeloncoan, kekerasan, perundungan, diskriminasi, maupun tindakan yang merendahkan martabat mahasiswa,” tegasnya.
Dalam pembekalan tersebut, para pemateri juga diarahkan untuk menanamkan budaya akademik sejak hari pertama mahasiswa berada di lingkungan kampus. Materi yang akan diberikan meliputi etika akademik, budaya riset, inovasi, berpikir kritis, integritas ilmiah, hingga pencegahan plagiarisme bagi mahasiswa maupun dosen. Mahasiswa baru nantinya juga akan diperkenalkan dengan sejarah Universitas Tadulako, visi dan misi institusi, berbagai capaian prestasi, serta potensi Sulawesi Tengah sebagai laboratorium alam dan sosial budaya yang dapat menjadi ruang pengembangan riset dan inovasi.
“Menghadapi perkembangan teknologi yang semakin pesat, PKKMB 2026 turut mengintegrasikan materi mengenai transformasi digital di lingkungan kampus. Mahasiswa akan diperkenalkan dengan berbagai layanan akademik berbasis digital, termasuk pemanfaatan aplikasi One Click (SIGA) sebagai sistem layanan terpadu Universitas Tadulako, serta penggunaan Artificial Intelligence (AI) secara etis sesuai pedoman yang ditetapkan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi,” kata Rektor.
Selain penguatan akademik, PKKMB Tahun 2026 juga akan membekali mahasiswa baru dengan wawasan kebangsaan, semangat bela negara, pendidikan antikorupsi, pencegahan penyalahgunaan narkoba bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Kepolisian, pencegahan kekerasan seksual, hingga penguatan jiwa kewirausahaan melalui pengenalan fasilitas Gedung UMKM Universitas Tadulako. Melalui pelaksanaan ToT ini, Untad berharap seluruh dosen pemateri, host, dan co-host mampu menghadirkan proses PKKMB yang tidak hanya memberikan informasi mengenai kehidupan kampus, tetapi juga menjadi pengalaman awal yang membangun semangat belajar, karakter, integritas, serta rasa bangga mahasiswa baru sebagai bagian dari keluarga besar Untad.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....