Angka Kemiskinan Kabupaten Poso Turun Menjadi 12,90 Persen

  • 10 Jul 2026 15:59 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Poso - Pemerintah Kabupaten Poso kembali mencatatkan capaian positif dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), angka kemiskinan di Kabupaten Poso terus menurun dalam lima tahun terakhir, dari 15,92 persen pada 2021 menjadi 12,90 persen pada 2025.

Penurunan sebesar 3,02 poin persentase tersebut menjadi indikator keberhasilan berbagai program pembangunan yang dijalankan pemerintah daerah bersama pemerintah desa, pemerintah pusat, dunia usaha, dan seluruh elemen masyarakat dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Berbagai kebijakan yang dilaksanakan difokuskan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan perlindungan sosial, pembangunan infrastruktur dasar, pemberdayaan ekonomi masyarakat, pengembangan sektor pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, UMKM, serta perluasan akses pendidikan dan layanan kesehatan.

Capaian tersebut turut memperbaiki posisi Kabupaten Poso dalam peta kemiskinan Provinsi Sulawesi Tengah. Jika pada 2021 berada di peringkat ketiga daerah dengan tingkat kemiskinan tertinggi, maka pada 2025 turun menjadi peringkat keempat.

Meski demikian, Pemerintah Kabupaten Poso menegaskan komitmennya untuk terus mempercepat penurunan angka kemiskinan melalui penguatan peran Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD), pemutakhiran data kemiskinan, integrasi program lintas sektor, serta perluasan cakupan perlindungan sosial agar bantuan pemerintah semakin tepat sasaran.

Bupati Poso, dr. Verna G.M. Inkiriwang, M.PSDM., mengatakan penurunan angka kemiskinan merupakan hasil kerja sama seluruh pemangku kepentingan dalam membangun daerah.

"Penurunan angka kemiskinan merupakan bukti bahwa pembangunan yang dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Poso semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Namun capaian ini bukanlah akhir dari perjuangan. Pemerintah akan terus bekerja keras agar semakin banyak masyarakat yang keluar dari kemiskinan melalui pembangunan ekonomi yang inklusif, peningkatan kualitas pelayanan dasar, serta pemberdayaan masyarakat sesuai arah kebijakan RPJMD Kabupaten Poso," ujarnya pada Kamis 9 Juli 2026.

Ke depan, Pemerintah Kabupaten Poso akan terus memperkuat pelaksanaan program prioritas melalui peningkatan kesempatan kerja dan investasi, penguatan UMKM dan ekonomi kerakyatan, pengembangan sektor pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, serta pariwisata sebagai penggerak ekonomi daerah. Selain itu, peningkatan kualitas pendidikan dan layanan kesehatan, perlindungan sosial bagi kelompok rentan, pembangunan infrastruktur, serta penguatan tata kelola pemerintahan berbasis digital juga menjadi fokus dalam pelaksanaan RPJMD Kabupaten Poso Tahun 2025–2029.

Bupati Verna menegaskan bahwa capaian tersebut bukan sekadar keberhasilan statistik, tetapi mencerminkan meningkatnya kesejahteraan masyarakat.

"Capaian ini bukan sekadar angka statistik, tetapi mencerminkan meningkatnya kesejahteraan masyarakat. Melalui RPJMD Kabupaten Poso Tahun 2025–2029, Pemerintah Kabupaten Poso akan terus memperkuat program-program yang berpihak kepada rakyat, memperluas kesempatan kerja, meningkatkan daya saing ekonomi daerah, dan memastikan seluruh masyarakat memperoleh akses yang adil terhadap pelayanan dasar serta kesempatan untuk berkembang," tegasnya.

Pemerintah Kabupaten Poso optimistis tren penurunan angka kemiskinan akan terus berlanjut melalui kolaborasi pemerintah, dunia usaha, akademisi, media, dan seluruh elemen masyarakat, sehingga terwujud Kabupaten Poso yang maju, tangguh, terdepan, berdaya saing, dan berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....