Sekjen Kemenag Ingatkan ASN Sulteng, Pelayanan Tak Berhenti di Balik Meja

  • 07 Jul 2026 15:11 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Palu - Sekretaris Jenderal Kementerian Agama Republik Indonesia, Kamaruddin Amin, mengingatkan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Agama di Sulawesi Tengah agar tidak hanya menjalankan tugas administrasi, tetapi juga aktif membina umat dan menghadirkan nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan saat memberikan pembinaan kepada ASN di lingkungan Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulawesi Tengah di Aula Kanwil Kemenag Sulteng, Senin, 6 Juli 2026. Kegiatan itu diikuti ASN lingkup Kanwil Kemenag Sulteng serta perwakilan ASN Kementerian Agama kabupaten dan kota se-Sulawesi Tengah. Pembinaan tersebut merupakan rangkaian kunjungan kerja Sekjen Kemenag RI ke Palu dalam rangka menghadiri pembukaan Pekan Olahraga, Riset, dan Ornamen Seni Indonesia Timur (POROS INTIM) IV yang digelar di UIN Datokarama Palu.

Dalam arahannya, Kamaruddin menegaskan bahwa Kementerian Agama memiliki posisi yang sangat strategis dalam kehidupan berbangsa karena bersentuhan langsung dengan kehidupan keagamaan masyarakat sejak lahir hingga akhir hayat. Karena itu, setiap ASN Kementerian Agama dituntut menjalankan amanah dengan profesional, tulus, dan penuh tanggung jawab.

"Tugas apa pun yang diemban di Kementerian Agama memiliki dampak besar terhadap kualitas kehidupan beragama di Indonesia. Karena itu, amanah tersebut harus dijalankan dengan tulus, ikhlas, dan profesional. Kehidupan keagamaan dan kerukunan umat di Sulawesi Tengah sangat dipengaruhi oleh peran ASN Kementerian Agama," ujarnya.

Ia menekankan bahwa ukuran keberhasilan ASN Kementerian Agama bukan hanya tertib administrasi, tetapi juga terciptanya kehidupan masyarakat yang rukun serta meningkatnya kualitas pengamalan ajaran agama. Menurutnya, ASN Kementerian Agama harus hadir di tengah masyarakat dan tidak hanya bekerja di balik meja.

"Pejabat Kementerian Agama tidak boleh hanya datang ke kantor mengurus administrasi, tetapi harus turun ke masyarakat membina umat. Indikator utama kinerja adalah kerukunan umat beragama dan kualitas pelaksanaan ajaran agama di tengah masyarakat. Jika administrasi baik tetapi umat tidak rukun, maka Kementerian Agama belum berhasil menjalankan tugasnya," tegasnya.

Kamaruddin juga mengajak ASN memperkenalkan ajaran agama secara utuh dengan menjawab berbagai persoalan kehidupan masyarakat. Ia mencontohkan program ekoteologi yang digagas Kementerian Agama sebagai bentuk tanggung jawab umat beragama dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Selain itu, ia meminta para penyuluh agama mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan karakter generasi muda melalui pemanfaatan media digital sebagai sarana dakwah dan pembinaan.

"Pendekatan konvensional tidak lagi cukup. Manfaatkan digitalisasi, buat konten positif, aktif di media sosial, dan sesuaikan cara menyampaikan pesan keagamaan dengan perkembangan masyarakat," katanya.

Sementara itu, Kepala Kanwil Kementerian Agama Sulawesi Tengah, Junaidin, mengatakan pembinaan tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat profesionalisme ASN Kementerian Agama di Sulawesi Tengah. Ia menyebut saat ini Kanwil Kemenag Sulteng memiliki 5.724 ASN yang terdiri atas 3.122 PNS dan 2.602 PPPK, serta terus memperkuat penguatan moderasi beragama dan sinergi dengan berbagai pihak guna menjaga kerukunan umat beragama di Sulawesi Tengah.sk

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....