Wabup Parimo Perkuat Sinergi Lintas Sektor untuk Percepatan Penurunan Stunting
- 07 Jul 2026 15:12 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Parigi Moutong – Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong terus memperkuat upaya percepatan penurunan stunting melalui kolaborasi lintas sektor. Komitmen tersebut ditegaskan Wakil Bupati Parigi Moutong, Abdul Sahid, saat membuka Pendampingan Program Investing in Nutrition and Early Years (INEY) Fase II Tahun 2026 yang digelar oleh Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Palu di Kantor Bupati Parigi Moutong, Senin 6 Juli 2026.
Dalam sambutan Bupati Parigi Moutong yang dibacakannya, Abdul Sahid mengapresiasi dukungan Poltekkes Kemenkes Palu dalam mendampingi pemerintah daerah meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dan gizi bagi remaja putri, ibu hamil, bayi, balita hingga kader Posyandu.
Menurutnya, Program INEY merupakan bentuk kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan institusi pendidikan untuk memperkuat intervensi penurunan stunting melalui peningkatan layanan kesehatan masyarakat.
"Program ini merupakan bentuk nyata kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan dunia pendidikan dalam memperkuat intervensi percepatan penurunan stunting. Kami berharap seluruh pihak dapat bergerak bersama agar setiap anak di Parigi Moutong memperoleh haknya untuk tumbuh sehat dan berkembang secara optimal.,” ujarnya
Abdul Sahid menjelaskan, Program INEY telah berjalan sejak 2024 melalui kerja sama Poltekkes Kemenkes Palu dengan Direktorat Jenderal Kesehatan Primer dan Komunitas Kementerian Kesehatan yang didukung pendanaan Pemerintah Indonesia bersama Bank Dunia. Program tersebut mencakup pencegahan anemia pada remaja putri, pelayanan kesehatan ibu hamil, pemenuhan gizi bayi dan balita, pemberian ASI eksklusif, MPASI sesuai standar, imunisasi lengkap, hingga penguatan kapasitas kader Posyandu.
Ia menegaskan, stunting bukan hanya persoalan tinggi badan anak, tetapi juga berdampak terhadap perkembangan otak, kemampuan belajar, kesehatan, dan produktivitas di masa depan. Karena itu, pencegahan harus dilakukan sejak remaja hingga 1.000 hari pertama kehidupan.
Data Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong menunjukkan prevalensi stunting mengalami tren yang relatif membaik dalam lima tahun terakhir, yakni 10,9 persen pada 2021, turun menjadi 9,1 persen pada 2022, naik menjadi 9,8 persen pada 2023, kembali turun menjadi 8,7 persen pada 2024, dan berada di angka 9,3 persen pada 2025.
"Fluktuasi ini menjadi pengingat bahwa kerja keras kita belum selesai. Dibutuhkan komitmen yang berkelanjutan dari seluruh pemangku kepentingan agar angka stunting terus ditekan secara konsiste,” ucapnya
Program INEY Fase II akan diawali dengan analisis situasi dan advokasi lintas sektor sebelum dilanjutkan pendampingan kepada kelompok sasaran di Posyandu dan tingkat keluarga. Dalam pelaksanaannya, Puskesmas Siniu dan Puskesmas Ampibabo ditetapkan sebagai lokasi percontohan. Pemerintah Kabupaten Parigi Moutong berharap sinergi seluruh pihak mampu melahirkan generasi yang sehat, cerdas, dan bebas stunting.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....