Kakan Kemenag Banggai Dorong Pendataan Anak yang Belum Bisa Membaca Al-Qur'an
- 03 Jul 2026 10:41 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Banggai - Momentum Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah dimanfaatkan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banggai untuk mengajak masyarakat memperkuat kepedulian sosial dan meningkatkan kecintaan terhadap Al-Qur'an. Hal itu disampaikan Kepala Kantor Kemenag Banggai, H. Suardi Kandjai, saat menghadiri peringatan Tahun Baru Islam yang dirangkaikan dengan Lebaran Yatim dan Penyandang Disabilitas Tahun 2026 di Masjid Baitul Muttaqin, Desa Sumberharjo, Kecamatan Moilong, Rabu 1 Juli 2026.
Kegiatan yang diselenggarakan KUA Kecamatan Moilong bekerja sama dengan Majelis Ta'lim Hubbul Wathon Khairun Nisa tersebut diisi dengan penyerahan santunan kepada anak yatim sebagai bentuk kepedulian dan semangat berbagi di bulan Muharram.
Hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan Danramil, Kepala KUA Kecamatan Moilong beserta jajaran, Penyuluh Agama Islam, para kepala desa se-Kecamatan Moilong, majelis taklim, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta sejumlah tamu undangan.
Dalam sambutannya, Suardi menegaskan bahwa memuliakan anak yatim merupakan salah satu amalan yang memiliki keutamaan besar dalam Islam.
"Memuliakan dan menyayangi anak yatim bukan hanya bentuk kepedulian sosial, tetapi juga amalan yang memiliki nilai ibadah yang besar di sisi Allah SWT," ujar Suardi.
Menurutnya, perhatian kepada anak yatim tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan mereka, tetapi juga menjadi sarana memperkuat solidaritas sosial dan menumbuhkan nilai-nilai kemanusiaan di tengah masyarakat.
Selain mengajak masyarakat meningkatkan kepedulian sosial, Suardi juga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memperkuat sosialisasi Program Banggai Mengaji yang saat ini terus digalakkan oleh Kementerian Agama Kabupaten Banggai.
Ia mengajak seluruh unsur, mulai dari KUA, penyuluh agama, majelis taklim hingga pemerintah desa, untuk berkolaborasi mendata anak-anak usia sekolah dasar yang belum mampu membaca Al-Qur'an.
"Program Banggai Mengaji harus menjadi gerakan bersama. Saya mengajak KUA, Penyuluh Agama Islam, majelis taklim, serta pemerintah desa untuk berkolaborasi melakukan pendataan anak-anak usia sekolah dasar yang belum mampu membaca Al-Qur'an, sehingga pembinaan dapat dilakukan secara terarah dan berkelanjutan," tegasnya.
Menurut Suardi, pendataan menjadi langkah awal yang penting agar program pembinaan baca tulis Al-Qur'an dapat dilaksanakan secara tepat sasaran dan berkelanjutan. Melalui gerakan tersebut, diharapkan semakin banyak generasi muda yang mampu membaca dan memahami Al-Qur'an dengan baik.
"Kami ingin semangat Tahun Baru Islam tidak hanya berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi diwujudkan melalui aksi nyata, baik dalam bentuk kepedulian kepada sesama maupun penguatan pendidikan keagamaan bagi generasi muda," tambahnya.
Melalui kegiatan Lebaran Yatim dan Penyandang Disabilitas ini, Kementerian Agama Kabupaten Banggai berharap nilai-nilai kepedulian sosial, ukhuwah Islamiyah, dan kecintaan terhadap Al-Qur'an semakin tumbuh di tengah masyarakat sebagai bagian dari upaya membangun generasi yang religius dan berakhlak mulia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....