Kanwil Kemenag Sulteng Tekankan Akurasi Data untuk Penataan Guru Madrasah

  • 01 Jul 2026 09:51 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Luwuk – Kemenag Sulteng menegaskan pentingnya data yang akurat sebagai fondasi utama dalam penataan kebutuhan guru dan peningkatan mutu pendidikan madrasah. Hal itu disampaikan Syamsu Nursi saat membuka kegiatan Pemetaan dan Penataan Kebutuhan Guru Madrasah Negeri serta Sinkronisasi Data EMIS GTK Madrasah bagi Kabupaten Banggai, Banggai Laut, dan Banggai Kepulauan di Ballroom Hotel Santika Luwuk, Selasa 31 Juni 2026.

Mewakili Kepala Kanwil Kemenag Sulteng, Kepala Bidang Pendidikan Madrasah (Penmad) Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tengah, Syamsu Nursi menjelaskan bahwa perubahan jumlah rombongan belajar di madrasah akan berdampak langsung terhadap kebutuhan tenaga pendidik. Karena itu, pembaruan data melalui Education Management Information System (EMIS) Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) harus dilakukan secara berkelanjutan agar kebijakan yang diambil benar-benar sesuai dengan kondisi riil di lapangan.

"Perubahan jumlah rombongan belajar akan berdampak langsung pada kebutuhan guru. Karena itu, data harus selalu diperbarui agar kebijakan yang diambil tidak didasarkan pada perkiraan, tetapi berdasarkan kondisi yang sebenarnya," ujar Syamsu Nursi.

Ia menjelaskan, EMIS GTK menjadi sistem utama yang menghimpun data seluruh satuan pendidikan madrasah mulai dari Raudhatul Athfal (RA), Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), hingga Madrasah Aliyah (MA). Data tersebut menjadi dasar dalam menentukan kebutuhan guru secara objektif dan terukur.

Menurutnya, pemetaan kebutuhan guru tidak sekadar memenuhi aspek administrasi, tetapi menjadi landasan penting dalam penyusunan kebijakan pendidikan madrasah ke depan.

"Validitas data yang kita hasilkan hari ini akan menentukan kualitas kebijakan pada masa mendatang. Karena itu, pembaruan data merupakan tanggung jawab bersama," tegasnya.

Syamsu juga mengingatkan tiga hal yang harus menjadi perhatian seluruh pemangku kepentingan, yakni menjadikan data sebagai dasar pengambilan kebijakan, memastikan seluruh data guru dan tenaga kependidikan tervalidasi serta mutakhir, dan memperkuat transformasi digital melalui pengelolaan EMIS GTK yang profesional dan akuntabel.

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banggai, Suardi Kandjai, menegaskan bahwa kegiatan pemetaan kebutuhan guru harus mampu menghasilkan distribusi tenaga pendidik yang lebih merata dan berkeadilan di seluruh madrasah.

"Melalui pemetaan ini akan diketahui kondisi kelebihan maupun kekurangan guru di setiap madrasah berdasarkan jumlah rombongan belajar, sehingga kebijakan penataan guru benar-benar mengacu pada kebutuhan nyata di lapangan," katanya.

Selain penataan guru, Suardi juga menekankan pentingnya kelengkapan data EMIS yang mencakup data peserta didik, guru, kelembagaan, hingga sarana dan prasarana. Menurutnya, data yang valid menjadi syarat utama dalam mendukung berbagai program prioritas pemerintah, termasuk usulan bantuan bagi madrasah.

Kegiatan ini menjadi penutup rangkaian pemetaan dan penataan kebutuhan guru serta sinkronisasi data EMIS GTK Madrasah di Provinsi Sulawesi Tengah yang sebelumnya telah dilaksanakan di seluruh kabupaten dan kota. Kegiatan tersebut diikuti kepala madrasah negeri, operator EMIS GTK, serta pejabat pendidikan Islam dari Kabupaten Banggai, Banggai Laut, dan Banggai Kepulauan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....