Bukan Sekadar Berenang, Ekuator Palu Bentuk Atlet Bermental Juara

  • 28 Jun 2026 19:47 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Palu - Di tengah maraknya anak muda yang menghabiskan waktu di depan layar gawai, sejumlah atlet muda di Kota Palu justru memilih mengukir prestasi dari kolam renang. Kisah mereka dibagikan dalam program Ngobras (Ngobrol Bareng Komunitas) Pro 1 RRI Palu bersama Klub Renang Equator Palu, yang tak hanya membina kemampuan berenang, tetapi juga menanamkan disiplin dan mental juara.

Klub Renang Equator Palu yang telah berdiri selama kurang lebih dua tahun itu terus menunjukkan eksistensinya dalam membina generasi muda. Berawal dari pembelajaran dasar di Elma Swimming Club, Ekuator kini fokus menyiapkan atlet-atlet prestasi yang telah menguasai empat gaya renang, yakni gaya bebas, dada, punggung, dan kupu-kupu, sebelum akhirnya diterjunkan ke berbagai kejuaraan.

Pelatih Equator Palu, Adiyatma Yoga, mengatakan bahwa pembinaan atlet tidak hanya berorientasi pada perolehan medali, tetapi juga membentuk pribadi yang disiplin dan bertanggung jawab. Menurutnya, konsistensi menjalani latihan menjadi kunci utama bagi atlet untuk berkembang.

“Kalau atlet renang itu sehari tidak latihan biasanya sudah terasa berbeda saat kembali ke kolam. Ada yang kami sebut feeling water, jadi memang konsistensi sangat penting. Selain itu, anak-anak juga kami ajarkan menjaga pola makan, istirahat yang cukup, dan komitmen terhadap program latihan,” ujarnya.

Semangat tersebut terlihat dari para atlet muda Equator, salah satunya Talita yang telah menekuni renang sejak usia enam tahun. Meski awalnya hanya ingin belajar berenang, ia akhirnya tertarik menekuni olahraga ini setelah melihat peluang untuk berprestasi. Ketekunan berlatih membawanya meraih tiga medali emas dan tiga medali perak pada Kejuaraan Anging Mammiri di Makassar.

“Awalnya saya hanya ingin bisa berenang saja. Lama-kelamaan terbiasa dengan latihan dan ternyata menyenangkan. Berenang membuat badan lebih kuat dan tidak mudah lelah saat beraktivitas,” ungkap Thalita.

Sementara itu, Fahri membuktikan bahwa tidak ada kata terlambat untuk memulai. Ia baru mengenal dunia renang saat duduk di bangku SMA. Dengan dukungan keluarga serta latihan yang konsisten, Fahri mampu bersaing dan meraih medali perak pada ajang Kejuaraan Provinsi yang digelar di Palu.

Menjelang pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulawesi Tengah yang dijadwalkan berlangsung pada November mendatang, para atlet Equator menjalani latihan intensif dua kali sehari. Program latihan tidak hanya difokuskan pada peningkatan teknik dan kecepatan, tetapi juga penguatan fisik serta pengaturan asupan gizi agar performa atlet tetap optimal.

Yoga menilai perkembangan olahraga renang di Kota Palu cukup menggembirakan. Kesadaran masyarakat akan pentingnya kemampuan berenang mulai meningkat, baik sebagai sarana menjaga kesehatan, bekal keselamatan diri, maupun jalan untuk mengukir prestasi.

“Jangan takut berenang. Tidak ada kata terlambat untuk belajar. Renang bukan hanya tentang lomba dan medali, tetapi juga membentuk karakter, kedisiplinan, dan pola hidup sehat. Kami berharap semakin banyak anak-anak dan generasi muda Palu yang tertarik menekuni olahraga ini,” pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....