Lebaran Yatim dan Penyandang Disabilitas, Kemenag Palu Suarakan Pesan Inklusif
- 25 Jun 2026 14:53 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Palu - Kepala Kantor Kementerian Agamas (Kemenag) Kota Palu Ahmad Hasni menegaskan anak yatim dan penyandang disabilitas merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari masyarakat. Dirinya menyebut mereka berhak untuk memperoleh perhatian, pendidikan, kesempatan berkembang dan kehidupan bermartabat.
Hal tersebut diungkapkan saat memberi sambutan dalam kegiatan "Lebaran Yatim dan Penyandang Disabilitas 1448 Hijriah", Kamis 25 Juni 2026 siang. Agenda yang berlangsung di Aula Kantor Kemenag Kota Palu ini menggandeng Baznas Kota Palu untuk menyalurkan bantuan sosial kepada anak yatim dan teman disabilitas.
Dalam kesempatan tersebut, Ahmad Hasni menuturkan bahwa agenda ini merupakan wujud nyata kepedulian, kasih sayang, dan tanggung jawab sosial bersama. Dengan mengangkat tema "Pesan Inklusif dari Jiwa Anak untuk Negeri, Menebar Maslahat, Menguatkan Umat", ia menekankan bahwa setiap manusia memiliki keistimewaan dan potensi masing-masing.
"Islam mengajarkan penghormatan terhadap martabat manusia tanpa membedakan kondisi fisik maupun kemampuan yang dimiliki setiap manusia yang mana setiap manusia memiliki keistimewaan dan potensi," ucapnya.
Lebih lanjut, dirinya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menumbuhkan gotong royong serta kepedulian sosial. Masyarakat didorong untuk aktif hadir sebagai keluarga besar terhadap sesama.
"Semoga kegiatan Lebaran Yatim dan Disabilitas Tahun 2026 ini menjadi sarana mempererat ukhuwah, menumbuhkan kepedulian sosial serta menghadirkan kebahagiaan dan harapan bagi semua," tuturnya.
Sementara itu, mewakili Wali Kota Palu, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Usman, mengapresiasi seluruh pihak yang telah menginisiasi dan menyukseskan kegiatan ini. Dirinya menegaskan, lingkungan yang inklusif, ramah dan penuh kasih merupakan tanggung jawab bersama untuk diwujudkan.
"Anak-anak yatim adalah amanah yang harus kita jaga. Begitu pula anak-anak disabilitas, mereka memiliki hak yang sama untuk tumbuh, berkembang, memperoleh pendidikan yang layak serta meraih cita-cita setinggi mungkin," ujar Usman.
Dalam aksi sosial tersebut, Baznas dan Kantor Kemenag Kota Palu menyalurakn 251 paket bantuan kepada anak yatim dan penyandag disbailitas. Bantuan ini disesuaikan dengan kebutuhan para penerima.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....