Program Belajar ke Tiongkok Siapkan Talenta Lokal IMIP Hadapi Industri Global
- 25 Jun 2026 04:47 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Morowali - Sejumlah karyawan perusahaan di kawasan PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) mendapat kesempatan mengikuti pendidikan dan pelatihan di Tiongkok sebagai bagian dari program pengembangan sumber daya manusia untuk menghadapi tantangan industri global yang semakin kompetitif.
Program yang dijalankan bersama Eternal Tsingshan Indonesia tersebut mencakup pendidikan formal hingga pelatihan bahasa Mandarin dan budaya kerja industri. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan kompetensi tenaga kerja lokal agar mampu bersaing dan mengisi posisi strategis di lingkungan industri modern.
Salah satu peserta program, Dhimas Mahardhika, Wakil Supervisor Departemen Ferronickel PT Walsin Nickel Industrial Indonesia (WNII), mengikuti pendidikan Magister Manajemen Applied Economics di Wenzhou University, Provinsi Zhejiang, Tiongkok.
Menurut Dhimas, pengalaman belajar di Tiongkok memberinya pemahaman baru mengenai manajemen lintas budaya yang sangat relevan dengan kondisi kerja di kawasan industri yang melibatkan tenaga kerja dari berbagai negara.
“Salah satu pembelajaran paling berkesan adalah cross-culture management. Mahasiswa dari berbagai negara diminta membentuk perusahaan simulasi, menyusun struktur organisasi, membagi tugas, dan menyelesaikan persoalan bisnis bersama. Pengalaman ini sangat relevan dengan kondisi kerja di IMIP yang mempertemukan tenaga kerja dari berbagai latar belakang budaya,” ujarnya Selasa 23 Juni 2026.
Selama mengikuti program tersebut, Dhimas juga mempelajari budaya kerja yang disiplin, terstruktur, dan berorientasi pada pencapaian target. Pengetahuan itu kini diterapkannya dalam pengelolaan tim dan koordinasi antarbagian di tempat kerjanya.
Selain pendidikan formal, IMIP juga memberikan kesempatan kepada karyawan untuk mengikuti pelatihan bahasa Mandarin. Salah satunya adalah Wahyu, karyawan PT WNII yang kini dipercaya membantu komunikasi antara tenaga kerja Indonesia dan Tiongkok.
Setelah menyelesaikan pelatihan, Wahyu terlibat dalam berbagai kegiatan penerjemahan dokumen maupun komunikasi dalam rapat operasional perusahaan.
“Peran ini membuat saya lebih sering terlibat dalam koordinasi operasional dan memperoleh kepercayaan lebih besar dari manajemen,” katanya.
Assistant Supervisor HRD Eternal Tsingshan Indonesia, Brillian Faisal, menjelaskan peserta program dipilih berdasarkan kebutuhan perusahaan, kemampuan bahasa Mandarin, rekomendasi atasan, serta hasil evaluasi kompetensi.
Menurutnya, program tersebut tidak hanya meningkatkan kemampuan komunikasi dan teknis peserta, tetapi juga memperkuat kemampuan koordinasi lintas budaya yang sangat dibutuhkan dalam industri global.
“Program ini mendukung pengembangan SDM lokal untuk menempati posisi-posisi strategis dan manajerial di masa depan,” ujar Brillian.
Melalui program pengembangan kompetensi internasional tersebut, IMIP berharap dapat mencetak talenta lokal yang memiliki daya saing tinggi, mampu beradaptasi dengan perkembangan industri global, serta berkontribusi dalam kemajuan sektor hilirisasi nasional.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....