Kapolres Sigi Tekankan Pentingnya Titik Evakuasi dan Kesiapsiagaan Bencana

  • 23 Jun 2026 14:05 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Sigi- Kapolres Sigi AKBP Kari Amsah Ritonga mengajak masyarakat tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, dan mengikuti informasi resmi pemerintah pascagempa yang melanda Kabupaten Sigi. Imbauan tersebut disampaikan saat menghadiri Rapat Pimpinan bersama Forkopimda terkait penanganan tanggap darurat bencana gempa bumi di Pusdalops BPBD Kabupaten Sigi, Desa Maku, Kecamatan Dolo, Senin 22 Juni 2026.

Dalam rapat tersebut, Kapolres menekankan pentingnya penguatan langkah-langkah mitigasi dan kesiapsiagaan sebagai bagian dari upaya menghadapi kemungkinan gempa susulan maupun potensi bencana lainnya.

Menurutnya, pemetaan zona rawan dan penentuan titik evakuasi harus menjadi prioritas agar masyarakat memiliki pedoman yang jelas saat menghadapi kondisi darurat.

“Masyarakat diharapkan tetap tenang, tidak mudah terpancing informasi yang belum terverifikasi, serta mengikuti arahan pemerintah dan petugas di lapangan,” ujar AKBP Kari Amsah Ritonga.

Kapolres juga mengingatkan agar masa tanggap darurat dimanfaatkan secara maksimal untuk mempercepat penanganan dampak bencana dan pemulihan kondisi masyarakat terdampak. Selain aspek fisik, ia mengajak masyarakat untuk memperkuat ikhtiar spiritual dengan meningkatkan ibadah dan doa demi keselamatan bersama.

“Polri siap mendukung penuh seluruh program pemerintah dalam penanganan dampak bencana serta pemulihan masyarakat terdampak,” tegasnya.

Rapat yang dipimpin Bupati Sigi tersebut dihadiri unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah Kabupaten Sigi, Kepala BMKG, Kepala BPBD, Kepala Dinas Pekerjaan Umum, perwakilan Balai Wilayah Sungai Sulawesi Tengah, Balai Besar Taman Nasional Lore Lindu, serta sejumlah perangkat daerah terkait.

Dalam pertemuan itu, pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan membahas sejumlah langkah prioritas, mulai dari percepatan pembangunan hunian sementara bagi warga terdampak, pemulihan sarana air bersih, penanganan titik rawan banjir bandang, perbaikan infrastruktur yang mengalami kerusakan, hingga penyediaan fasilitas ibadah sementara bagi masyarakat.

Melalui sinergi lintas sektor tersebut, diharapkan proses penanganan darurat dan pemulihan pascagempa di Kabupaten Sigi dapat berjalan lebih cepat sehingga aktivitas masyarakat dapat kembali normal secara bertahap.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....