HLHS 2026 Berakhir, IMIP Perkuat Komitmen Wujudkan Industri Hijau Berkelanjutan
- 23 Jun 2026 09:38 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Morowali - PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) menutup rangkaian peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia (HLHS) 2026 bertajuk “Shaping the Future with Green Industry” dengan malam apresiasi dan penyerahan penghargaan kepada tenant serta peserta yang berkontribusi dalam berbagai kegiatan lingkungan.
Kegiatan yang digelar di Ballroom Hotel Grand Aurel, Kecamatan Bahodopi, Sabtu 20 Juni 2026 menjadi momentum penegasan komitmen IMIP dalam mendorong penerapan prinsip industri hijau dan pembangunan berkelanjutan di kawasan industri terintegrasi berbasis nikel tersebut.
Deputy Director of Operations PT IMIP, Yulius Susanto, mengapresiasi seluruh jajaran Departemen Environmental yang dinilai berhasil menyelenggarakan rangkaian kegiatan tanpa mengabaikan tugas dan tanggung jawab operasional perusahaan.
“Saya memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh tim Environmental PT IMIP atas terselenggaranya seluruh rangkaian kegiatan HLHS 2026 dengan baik,” ujarnya.
Pada malam puncak tersebut, IMIP menyerahkan penghargaan kepada para pemenang berbagai kompetisi lingkungan yang diikuti tenant dan unit kerja di kawasan industri. Selain itu, penghargaan juga diberikan kepada tenant yang dinilai memiliki kinerja terbaik dalam pengelolaan lingkungan, meliputi aspek pengelolaan udara, air, serta limbah B3 dan non-B3.
Tidak hanya berfokus pada kegiatan internal, IMIP juga kembali menggelar Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) tingkat nasional sebagai wadah mendorong lahirnya gagasan inovatif terkait isu lingkungan dan keberlanjutan industri.
Environmental Sustainability Director PT IMIP, Dermawati S., mengatakan tantangan lingkungan dan perubahan iklim yang dihadapi dunia saat ini membutuhkan solusi berbasis riset dan kolaborasi berbagai pihak, termasuk kalangan akademisi.
Menurutnya, karya-karya ilmiah yang dihasilkan peserta tahun ini menghadirkan berbagai ide yang relevan dengan tantangan global, khususnya terkait pengurangan emisi dan pengelolaan lingkungan industri.
“Tema dan materi yang diangkat peserta sangat relevan dengan isu-isu global saat ini. Hal ini menunjukkan bahwa inovasi dan riset memiliki peran penting dalam menjawab tantangan lingkungan di masa depan,” katanya.
Pada kompetisi LKTI tahun ini, tim dari Universitas Teknologi Yogyakarta berhasil meraih juara pertama melalui gagasan pemanfaatan alga sebagai solusi untuk membantu mengurangi dampak pemanasan dan emisi karbon di kawasan industri.
Salah satu anggota tim, Alles, menjelaskan bahwa inovasi tersebut berangkat dari kebutuhan untuk menghadirkan solusi terhadap peningkatan emisi karbon dioksida (CO₂) yang dihasilkan berbagai aktivitas industri.
Melalui konsep tersebut, alga dimanfaatkan sebagai media yang mampu menyerap karbon sekaligus mendukung terciptanya lingkungan industri yang lebih sehat dan berkelanjutan. Tim peneliti meyakini konsep tersebut berpotensi diterapkan di kawasan industri terpadu seperti IMIP untuk mendukung pengembangan kawasan yang lebih hijau, produktif, dan ramah lingkungan.
Melalui penyelenggaraan HLHS 2026, PT IMIP menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan budaya lingkungan, mendorong inovasi berkelanjutan, serta memperkuat kolaborasi antara dunia industri, akademisi, dan masyarakat dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan pembangunan berkelanjutan.
Selain menjadi ajang apresiasi, kegiatan tersebut juga menjadi sarana memperkuat kesadaran kolektif bahwa pertumbuhan industri dan perlindungan lingkungan dapat berjalan beriringan melalui inovasi dan pengelolaan yang bertanggung jawab.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....