UNTAD Kembangkan Batik Donggala lewat PISN 2026

  • 25 Jun 2026 10:00 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Palu - Tim dosen Universitas Tadulako (UNTAD) memulai rangkaian Program Inovasi Seni Nusantara (PISN) 2026 melalui pelatihan batik yang digelar di Sanggar Batik Banava Nol Satu, Kabupaten Donggala, Minggu, 21 Juni 2026. Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam upaya memperkuat kapasitas pengrajin lokal sekaligus mengembangkan batik Donggala melalui pendekatan inovatif berbasis teknologi.

Program Inovasi Seni Nusantara (PISN) 2026 ini didanai melalui Program Dana Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) dan menjadi wadah kolaborasi tim dosen lintas disiplin Universitas Tadulako dalam memadukan ilmu komputasi modern dengan seni batik tradisional. Tim pelaksana dipimpin Kadek Hariana dengan anggota Sisriawan Lapasere, Desrin Lebagi, dan Kadek Agus Dwiwijaya.

Mengusung tema Batik Banava Goes to School, program ini berfokus pada pengembangan motif batik berbasis teknologi melalui pemanfaatan simulasi komputer, geometri fraktal, hingga kecerdasan buatan. Meskipun memanfaatkan teknologi modern, seluruh proses pengembangan motif tetap berpijak pada nilai budaya lokal melalui pendampingan dan validasi dari para pengrajin senior.

Pelatihan yang berlangsung di Sanggar Batik Banava Nol Satu tersebut juga menjadi bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat. Sanggar ini selama ini dikenal sebagai ruang penguatan ekonomi bagi perempuan penyintas gempa bumi, tsunami, dan likuefaksi Palu tahun 2018. Kegiatan pelatihan hari ini menjadi langkah awal dalam penguatan keterampilan para pengrajin sekaligus membuka peluang lahirnya inovasi-inovasi baru pada produk batik khas Sulawesi Tengah.

Ketua tim pelaksana, Kadek Hariana, menjelaskan bahwa pendekatan yang diterapkan dalam program PISN tidak hanya bertujuan menghasilkan produk kreatif, tetapi juga mendorong transformasi sosial dan ekonomi masyarakat melalui inovasi berbasis budaya.

“Melalui kolaborasi antara seni, teknologi, dan pendidikan, kami berharap lahir ekosistem batik yang adaptif terhadap perkembangan zaman tanpa kehilangan identitas lokalnya,” ujarnya.

Keberhasilan program ini turut didukung keterlibatan aktif sivitas akademika Universitas Tadulako. Sejumlah mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar berpartisipasi dalam penyusunan modul pembelajaran seni, bersama para alumni UNTAD yang ikut memperkuat implementasi program di lapangan.

Tidak berhenti di sanggar, rangkaian kegiatan PISN 2026 akan diperluas ke sejumlah sekolah dasar dan sekolah menengah kejuruan di Kota Palu. Para siswa akan diperkenalkan pada desain batik digital sekaligus diajak memahami filosofi motif khas Sulawesi Tengah, seperti Burung Maleo, Rumah Tambi, dan Ombak Teluk Palu.

Melalui program yang berlangsung sepanjang tahun 2026 ini, tim pelaksana menargetkan lahirnya puluhan motif batik digital baru, terbentuknya perpustakaan digital batik Sulawesi Tengah, serta tumbuhnya generasi muda pelestari budaya yang kreatif, mandiri, dan berdaya saing. Program ini diharapkan menjadi model pengembangan seni berbasis teknologi yang mampu menjaga keberlanjutan warisan budaya lokal sekaligus memperkuat ekonomi kreatif masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....