Wamen Saintekdikti Fauzan : Museum Nalodo Berdampak Terhadap Mitigasi Bencana
- 21 Jun 2026 18:22 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Palu - Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi RI Prof. Dr. Fauzan M.Pd., Minggu, 21 Juni 2026, melakukan kunjungan kerja di Palu Sulawesi Tengah dalam rangka memperkuat konsorsium antar Perguruan Tinggi Negeri maupun Swasta. Mengawali kunjungannya Wamen Fauzan melakukan peninjauan perkembangan pembangunan Museum Nalodo, didampingi Wakil Rektor Bidang Kerjasama UNTAD Dr. sc.agr. Ir. Aiyen Tjoa,M.Sc., dimana selama proses peninjauan Wamen diberikan informasi terkait dengan target pembangunan Museum yang dijadwalkan akan selesai Oktober Tahun 2026 ini.
Kepada sejumlah Media di Palu Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Prof. Dr. Fauzan M.Pd., mengatakan kunjungan ini juga menjadi bentuk dukungan bagi perguruan Tinggi di Sulawesi Tengah khususnya di Palu yang terdampak bencana gempa bumi. Diakui dari peninjauan yang dilakukan masih ditemukan sejumlah kerusakan yang diharapkan kedepan dapat menjadi referensi dalam penguatan bangunan ditengah wilayah Sulawesi Tengah yang rawan bencana.
"Saya melihat kondisi akibat gempa dimana ada beberapa titik yang mengalami kerusakan ringan. Ini bisa menjadi referensi untuk memperbaiki struktur bangunan, karena memang ada beberapa bangunan yang rentan bila gempa," jelasnya.

Sementara terkait dengan pembangunan Museum Nalodo yang menjadi pusat laboratorium Gempa dan Likuifaksi, Wamen menegaskan Kementerian Saintekdikti siap mendukung berbagai kegiatan pembangunan yang dilakukan seluruh perguruan tinggi tak terkecuali UNTAD, dimana melalui berbagai pembangunan yang ada keberadaan kampus dapat semakin berdampak. Menurutnya keberadaan Perguruan Tinggi harus menunjukkan perannya dalam pembangunan tidak hanya pada Sumber Daya Manusia, tetapi juga melalui riset yang dilakukan.
"Meskipun Pusat laboratorium Gempa dan Likuifaksi ini di Untad, tapi secara manfaat atau fungsinya ini bisa dirasakan daerah lain yang memiliki potensi yang sama. Jadi tentu kita akan mendukungnya, karena keberadaanya akan berdampak secara luas, dimana ini juga bisa memberikan edukasi bagi masyarakat. Tentu niat baik ini tidak bisa berjalan sendiri, jadi dibutuhkan kolaborasi dengan pemerintah, maupun organisasi dan masyarakat itu sendiri," ujarnya.

Selain itu dirinya juga berharap Edukasi terkait kebencanaan juga dapat diberikan ke seluruh lapisan masyarakat tak terkecuali anak-anak yang dinilai paling rentan menjadi korban bencana. Menyadari hal ini UNTAD diminta menjalankan tanggungjawab modalnya dalam memberikan edukasi kebencanaan, sehingga kedepan saat bencana terjadi dampak yang ditimbulkan semakin minim baik dari sisi korban jiwa maupun materil.
"Untad memiliki tanggungjawab moral, jadi diharapkan UNTAD bisa memberikan edukasi kebencanaan khususnya anak-anak di tingkat sekolah mulai dari SD, SMP maupun SMA. Karena di Untad ini punya banyak pakar yang bisa diandalkan untuk memberikan edukasi," terang Wamen Fauzan.

Ditegaskan saat ini seluruh Perguruan Tinggi dituntut untuk berdampak terhadap pembangunan dan mendukung program pemerintah. Menyadari hal ini dirinya berharap setiap temuan dan hasil penelitian yabg dihasilkan dapat diimplementasikan ditengah masyarakat.
Pada kesempatan yang sama Wakil Rektor Bidang Kerjasama UNTAD Dr. sc.agr. Ir. Aiyen Tjoa,M.Sc., mengatakan sebagai bagian dari Kementerian Saintekdikti, sehingga Untad terus berupaya mendukung program pemerintah diantaranya mewujudkan Untad sebagai kampus berdampak. Diakui keberadaan Museum Nalodo yang fokus pada penelitian Gempa dan Likuifkasi akan memberi dampak besar tidak hanya bagi Sulawesi Tengah tetapi juga daerah lain yang memiliki potensi bencana sama, mengingat Museum Nalodo yang merupakan pusat laboratorium Gempa dan Likuifaksi, merupakan Laboratorium pertama dan satu-satunya di Indonesia.
"Pembangunan Museum Nalodo ini menjadi salah satu upaya kita dalam memberikan dampak bagi pemerintah. Jadi nanti disini bisa dilakukan berbagai pengujian, diantaranya menguji kekuatan bangunan. Selain itu nanti masyarakat juga bisa melihat tampilan atau gambaran seperti apa itu gempa dan likuifaksi. Dari situ kita harapkan masyarakat bisa lebih siap saat menghadapi bencana, "tuturnya.

Selain meninjau pembangunan Museum Nalodo Untad, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Prof. Dr. Fauzan M.Pd., juga meninjau berbagai hasil riset dan teknologi yang dihasilkan Untad khususnya teknologi terapan hasil Fakultas Teknik Untad. Wamen berharap tekhnologi terapan yang dihasilkan perguruan tinggi dapat dimanfaatkan oleh pemerintah dalam penguatan dan percepatan pembangunan dengan sasaran kehidupan masyarakat yang lebih sejahtera.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....